Inget kejadian waktu dulu,,,Teman saya bilang kalau Iran tu bukan negara muslim? tapi negara sesat/ kafir? karena iran penganut syiah! Orang syiah harus dilenyapkan dari dunia ini.
Mendengar teman sendiri bilang seperti itu saya langsung kaget? kok setelah gak ketemu beberapa bulan dia jadi seperti itu? makan apa dia selama ini?
lalu saya bertanya memangnya ada apa dengan syiah? bukannya syiah termasuk islam juga? jika sesat kenapa tidak di sadarkan??malah harus dibunuh? dan halah katany,,,,(((gile drooo)))
Tapi teman saya bilang "jangan kamu bela faham syiah, nanti kamu akan menyesal seumur hidup.trus bilang ke saya: Antum mau tau kebusukam syiah?sehingga dianggap sesat? lalu saya diam saja,,,sambil senyum2!! ( aneh dengan teman yg ini )
setelah saya dengarkan dan disimpulkan, menurut pandangan teman saya orang syiah tidak mengakui nabi Muhammad sebagai nabi terakhir? rukun islam dan imannya berbeda? syahadatnya berbeda? sholatnya berbeda? hajinya berbeda? sering menghina sahabat dan keluarga nabi!!
waduh,,benaran ni????
muncullah pertanyaan dalam benak saya??? apa iya??? negara sebesar iran seperti itu?? bukanya selama ini iran termasuk negara muslim terbesar? dan bergabung dalam OKI?
akhirnya saya coba tanya-tanya ke ulama dekat saya dan jawaban dari mereka kebanya tidak mempermasalahkan sebagian kecil perbedanan karena katanya masih lebih banyak kesamaannya,,,katanya syiah maupun suni tujuannya sama-sama meyakini Alloh SWT sebagai tuhan yang esa dan Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman...
ketika saya cari informasi di si embah,,saya ketikan di mesin pencariannya dengan kata kuncinya "syiah",,,,
woooowwww ternya banyak banget tu yang muncul!! tapi kebanyakan link~nya ke FB! sya coba chek satu2,,dan betapa ramainya, betapa rusuhnya, betapa banyaknya orang2 memperdebatkan faham syiah!!
Makin heran lagi ni, mereka, saling menhujad keyakinan orang lain. saling mengkafirkan,,,Merasa keyakinannya paling benar? merasa islamnya paling benar?
Bahaaaayyyyaaaa nih,,,,
Hanya gara-gara mementingkan golongannya, yang belum tentu tau siapa yang paling benar kelak nanti di akhirat?? tapi akhirnya akan membahayakan damaian negri ini!
Kalau tidak salah bukannya ada hadis yang mengatakan " islam ini akan terbagu menjadi 72 golongan" ( mohon dikoreksi jika salah,,,)
jadi kenapa harus lebay dengan secerca perbedaan ni,,,Saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing ja,,masalah yang paling benar ma bukan diri kita/ sebagian kelompok yang menilai!! jadi enjoy aja,,damai saja!! ga usah dibikin ruwet,?ga usah diributin..toh sebagian besar tokoh dan ulama~ulama dunia tidak mempermasalahkannya.
Berikut pernyataan :
RISALAH AMMAN: Pernyataan Sikap
Sunni dan Syiah
Konferensi ini diadakan di Amman,
Yordania, dengan tema “Islam Hakiki
dan Perannya dalam Masyarakat
Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. /
4-6 Juli 2005 M.)
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
SALAM DAN SALAWAT SEMOGA
TERCURAH PADA BAGINDA NABI
MUHAMMAD DAN KELUARGANYA
YANG SUCI
Wahai manusia, bertakwalah kepada
Allah yang telah menciptakan kalian
dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)
Sesuai dengan fatwa-fatwa yang
dikeluarkan oleh YTH Imam Besar
Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah
Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar
Mesir, para ulama Syiah yang
terhormat (baik dari kalangan Syiah
Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti
Besar Kesultanan Oman, Akademi
Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia,
Dewan Urusan Agama Turki, YTH
Mufti Besar Kerajaan Yordania dan
Para Anggota Komite Fatwa Nasional
Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf
Al-Qaradawi;Sesuai dengan
kandungan pidato Yang Mulia Raja
Abdullah II bin Al-Hussein, Raja
Yordania, pada acara pembukaan
konferensi;
Sesuai dengan pengetahuan tulus
ikhlas kita pada Allah SWT;
Dan sesuai dengan seluruh makalah
penelitian dan kajian yang tersaji
dalam konferensi ini, serta seluruh
diskusi yang timbul darinya;
Kami, yang bertandatangan di bawah
ini, dengan ini menyetujui dan
menegaskan kebenaran butir-butir
yang tertera di bawah ini:
(1) Siapa saja yang mengikuti dan
menganut salah satu dari empat
mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi,
Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah
(Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan
mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak
diperbolehkan mengkafirkan salah
seorang dari pengikut/penganut
mazhab-mazhab yang disebut di atas.
Darah, kehormatan dan harta benda
salah seorang dari pengikut/penganut
mazhab-mazhab yang disebut di atas
tidak boleh dihalalkan.
Lebih lanjut, tidak diperbolehkan
mengkafirkan siapa saja yang
mengikuti akidah Asy’ari atau siapa
saja yang mengamalkan tasawuf
(sufisme). Demikian pula, tidak
diperbolehkan mengkafirkan siapa
saja yang mengikuti pemikiran Salafi
yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak
diperbolehkan mengkafirkan kelompok
Muslim manapun yang percaya pada
Allah, mengagungkan dan
mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah
(saw) dan rukun-rukun iman,
mengakui lima rukun Islam, serta
tidak mengingkari ajaran-ajaran yang
sudah pasti dan disepakati dalam
agama Islam.
(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan
dalam mazhab-mazhab Islam
dibandingkan dengan perbedaan-
perbedaan di antara mereka. Para
pengikut/penganut kedelapan mazhab
Islam yang telah disebutkan di atas
semuanya sepakat dalam prinsip-
prinsip utama Islam (Ushuluddin).
Semua mazhab yang disebut di atas
percaya pada satu Allah yang
Mahaesa dan Makakuasa; percaya
pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah;
dan bahwa Baginda Muhammad saw
adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh
manusia.
Semua sepakat pada lima rukun Islam:
dua kalimat syahadat (syahadatayn);
kewajiban shalat;zakat; puasa di
bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah
di Mekkah. Semua percaya pada
dasar-dasar akidah Islam:
kepercayaan pada Allah, para
malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para
rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik
dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di
antara ulama kedelapan mazhab Islam
tersebut hanya menyangkut masalah-
masalah cabang agama (furu’) dan
tidak menyangkut prinsip-prinsip
dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada
masalah-masalah cabang agama
tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak
dahulu dikatakan bahwa keragaman
pendapat di antara ‘ulama adalah hal
yang baik.
(3) Mengakui kedelapan mazhab
dalam Islam tersebut berarti bahwa
mengikuti suatu metodologi dasar
dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada
orang yang berhak mengeluarkan
fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus
yang telah ditentukan oleh masing-
masing mazhab bagi para
pengikutnya. Tidak ada orang yang
boleh mengeluarkan fatwa tanpa
mengikuti metodologi yang telah
ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam
tersebut di atas. Tidak ada orang yang
boleh mengklaim untuk melakukan
ijtihad mutlak dan menciptakan
mazhab baru atau mengeluarkan
fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima
hingga membawa umat Islam keluar
dari prinsip-prinsip dan kepastian-
kepastian Syariah sebagaimana yang
telah ditetapkan oleh masing-masing
mazhab yang telah disebut di atas.
(4) Esensi Risalah Amman, yang
ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar
tahun 1425 H dan dideklarasikan
dengan suara lantang di Masjid Al-
Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan
ketaatan pada mazhab-mazhab Islam
dan metodologi utama yang telah
ditetapkan oleh masing-masing
mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap
mazhab tersebut di atas dan
meneguhkan penyelenggaraan diskusi
serta pertemuan di antara para
penganutnya dapat memastikan sikap
adil, moderat, saling memaafkan,
saling menyayangi, dan mendorong
dialog dengan umat-umat lain.
(5) Kami semua mengajak seluruh
umat untuk membuang segenap
perbedaan di antara sesama Muslim
dan menyatukan kata dan sikap
mereka; menegaskan kembali sikap
saling menghargai; memperkuat sikap
saling mendukung di antara bangsa-
bangsa dan negara-negara umat
Islam; memperkukuh tali
persaudaraan yang menyatukan
mereka dalam saling cinta di jalan
Allah. Dan kita mengajak seluruh
Muslim untuk tidak membiarkan
pertikaian di antara sesama Muslim
dan tidak membiarkan pihak-pihak
asing mengganggu hubungan di antara
mereka.
Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang beriman
adalah bersaudara. Maka itu islahkan
hubungan di antara saudara-saudara
kalian dan bertakwalah kepada Allah
sehingga kalian mendapat rahmat-
Nya. (Al-Hujurat, 49:10).
Amman, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./
4-6 Juli 2005 M.
Para penandatangan:
AFGHANISTAN
1. YTH. Nusair Ahmad Nour
Dubes Afghanistan untuk Qatar
ALJAZAIR
1. YTH. Lakhdar Ibrahimi
Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan
Menlu Aljazair
2. Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj
Muhammad Al Ghulam Allah
Menteri Agama
3. Dr. Mustafa Sharif
Menteri Pendidikan
4. Dr. Sa’id Shayban
Mantan Menteri Agama
5. Prof. Dr. Ammar Al-Talibi
Departemen Filsafat, University of
Algeria
6. Mr. Abu Jara Al-Sultani
Ketua LSM Algerian Peace Society
Movement
AUSTRIA
1. Prof. Anas Al-Shaqfa
Ketua Komisi Islam
2. Mr. Tar afa Baghaj ati
Ketua LSM Initiative of Austrian
Muslims
AUSTRALIA
1. Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani
Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi
Islam
AZERBAIJAN
1. Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin
Hemmat Bashazada
Ketua Muslim Administration of the
Caucasus
BAHRAIN
1. Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri
Menteri Kehakiman
2. Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah
sekretaris Kementerian Agama
BANGLADESH
1. Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq
Rektor Asian University of Bangladesh
BOSNIA dan HERZEGOVINA
1. Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric
Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar
Bosnia dan Herzegovina
2. Prof. Hasan Makic
Mufti Bihac
3. Prof. Anes Lj evakovic
Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies
College
BRAZIL
1. Syaikh Ali Muhmmad Abduni
Perwakilan International Islamic Youth
Club di Amerika Latin
KANADA
1. Shaykh Faraz Rabbani
Guru,
Hanafijurisprudence,Sunnipath.com
REPUBLIK CHAD
1. Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar
Presiden, Higher Council for Islamic
Affair; Imam Muslim, Chad
MESIR
1. Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq
Menteri Agama
2. Prof. Dr. Ali Jumu’a
Mufti Besar Mesir
3. Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-
Tayyib
Rektor Universitas Al-Azhar
University
4. Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd
Pemikir Islam; Mantan Menteri
Informasi;
5. Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-
Nur
Mantan Menteri Agama Mesir;
Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk
University, Jordan
6. Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf
Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota
the Academy of Islamic Research
7. Prof. Dr. Hasan Hanafi
Peneliti dan Cendekiawan Muslim,
Departemen Filsafat, Cairo University
8. Prof. Dr. Muhammad Muhammad
Al-Kahlawi
Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan
Kuno, Cairo University
9. Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid
Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-
Misriyya
10. Syaikh Dr. Zaghlul Najjar
Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam,
Mesir
11. Syaikh Moez Masood
Dai Islam
12. Dr. Raged al-Sirjani
13. Dr. Muhammad Hidaya
PERANCIS
1. Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr
Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama
Islam dan Dekan Masjid Paris
2. Dr. Husayn Rais
Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’
Paris
JERMAN
1. Prof. Dr. Murad Hofmann
Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
2. Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi
Asisten Sekjen World Council for
Islamic Propagation
INDIA
1. H.E. Maulana Mahmood Madani
Anggota Parlemen
Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind
2. Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-
Din
Cendikiawan Muslim
3. Taha Sayf Al-Din
Cendikiawan Muslim
4. Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali
Rektor Hamdard University
5. Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi
Dekan College of Humanities and
Languages
INDONESIA
1. Dr. Tutty Alawiyah
Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah
2. Rabhan Abd Al-Wahhab
Dubes RI untuk Yordania
3. KH Ahmad Hasyim Muzadi
Mantan Ketua PBNU
4. Rozy Munir
Mantan Wakil Ketua PBNU
5. Muhamad Iqbal Sullam
International Conference of Islamic
Scholars, Indonesia
IRAN
1. Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-
Taskhiri
Sekjen Majma Taqrib baynal
Madzahib Al-Islamiyyah.
2. Ayatollah Muhammad Waez-zadeh
Al-Khorasani
Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal
Madzahib Al-Islamiyyah
3. Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh
Damad
Direktur the Academy of Sciences;
Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
4. Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi
Ketua LSM Cultural League and
Islamic Relations in the Islamic
Republic of Iran
5. Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi
Kepala Perpustakaan Nasional
Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi
6. Dr. Muhammad Ali Adharshah
Sekjen Masyarakat Persahabatan
Arab-Iran
7. Shaykh Abbas Ali Sulaymani
Wakil Pemimpin Spiritual Iran di
wilayah Timur Iran
IRAK
1. Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-
Mu’ayyad
Pengelola Knowledge Forum
2. Ayatollah Ahmad al-Bahadili
Dai Islam
3. Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-
Samara’i
Ketua Diwan Waqaf Sunni
ITALIA
1. Mr. Yahya Sergio Pallavicini
Wakil Ketua, Islamic Religious
Community of Italy (CO.RE.IS.)
YORDANIA
1. Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad
Utusan Khusus Raja Abdullah II bin
Al-Hussein
2. Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-
Tamimi
Jaksa Agung
3. Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi
Mantan Menteri Agama
4. Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel
Penasehat Khusus Raja Abdullah dan
Imam Istana Raja
5. Syaikh Said Al-Hijjawi
Mufti Besar Yordania
6. Akel Bultaji
Penasehat Raja
7. Prof. Dr. Khalid Touqan
Menteri Pendidikan dan Riset
8. Syaikh Salim Falahat
Ketua Umum Ikhwanul Muslimin
Yordania
9. Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat
Mantan Menteri Agama
10. Syaikh Nuh Al-Quda
Mantan Mufti Angkatan Bersenjata
Yordania
11. Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan
Mantan Menteri Pendidikan
12. Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat
Mantan Ketua DPR Yordania;
Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman
Al-Khasawneh
Mufti Besar Angkatan Bersenjata
Yordania
13. Prof. Dr. Adel Al-Toweisi
Menteri Kebudayaan
14. Mr.BilalAl-Tall
Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
15. Dr. Rahid Sa’id Shahwan
Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied
University
KUWAIT
1. Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-
Ghoneim
Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
2. Dr. Adel Abdullah Al-Fallah
Wakil Menteri Agama
LEBANON
1. Prof. Dr. Hisham Nashabeh
Ketua Badan Pendidikan Tinggi
2. Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs
Anggota Dewan Tinggi Syiah
3. Syaikh Abdullah al-Harari
Ketua Tarekat Habashi
4. Mr. Husam Mustafa Qaraqi
Anggota Tarekat Habashi
5. Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid
Fakultas Humaniora, Lebanese
University; Pemred Majalah Al-Ijtihad
6. Syaikh Khalil Al-Mays
Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat
LIBYA
1. Prof. Ibrahim Al-Rabu
Sekretaris Dewan Dakwah
Internasional
2. Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri
Pengurus International Islamic Popular
Leadership
MALAYSIA
1. Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman
Menteri Sekretariat Negara
2. Anwar Ibrahim
Mantan Perdana Menteri
3. Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly
Dekan International Institute of Islamic
Thought and Civilisation
4. Mr. Shahidan Kasem
Menteri Negara Bagian Perlis,
Malaysia
5. Mr. Khayri Jamal Al-Din
Wakil Ketua Bidang Kepemudaan
UMNO
MALADEWA
1. Dr. Mahmud Al-Shawqi
Menteri Pendidikan
MAROKO
1. Prof. Dr. Abbas Al-Jarari
Penasehat Raja
2. Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-
Nabhan
Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-
Hasaniyya
3. Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin
Direktur Perpustakaan Hasaniyya
4. Prof. Dr. Najat Al-Marini
Departemen Bahasa Arab, Mohammed
V University
NIGERIA
1. H.H. Prince Haji Ado Bayero
Amir Kano
2. Mr. Sulayman Osho
Sekjen Konferensi Islam Afrika
KESULTANAN OMAN
1. Shaykh Ahmad bin Hamad Al-
Khalili
Mufti Besar Kesultanan Oman
2. Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi
Sekjen Kantor Mufti Besar
PAKISTAN
1. Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari
Direktur Umum, Pusat Riset Islam,
Islamabad
2. Dr. Reza Shah-Kazemi
Cendikiawan Muslim
3. Arif Kamal
Dubes Pakistan untuk Yordania
4. Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi
Rektor Islamic University, Islamabad;
Mantan Menteri Agama Pakistan
PALESTINA
1. Shaykh Dr. Ikrimah Sabri
Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar
Masjid Al-Aqsa
2. Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi
Hakim Agung Palestina
PORTUGAL
1. Mr. Abdool Magid Vakil
Ketua LSM Banco Efisa
2. Mr. Sohail Nakhooda
Pemred Islamica Magazine
QATAR
1. Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi
Ketua Persatuan Internasional Ulama
Islam
2. Prof. Dr. Aisha Al-Mana’i
Dekan Fakultas Hukum Islam,
University of Qatar
RUSIA
1. Shaykh Rawi Ayn Al-Din
Ketua Urusan Muslim
2. Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev
Direktur, Moscow Institute of Islamic
Civilisation
3. Dr. Murad Murtazein
Rektor, Islamic University, Moskow
ARAB SAUDI
1. Dr. Abd Al-Aziz bin Uthman Al-
Touaijiri
Direktur Umum, The Islamic
Educational, Scientific and Cultural
Organization (ISESCO)
2. Syaikh al-Habib Muhammad bin
Abdurrahman al-Saqqaf
SENEGAL
1. Al-Hajj Mustafa Sisi
Penasehat Khusus Presiden Senegal
SINGAPORA
1. Dr. Yaqub Ibrahim
Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan
Muslim
AFRIKA SELATAN
1. Shaykh Ibrahim Gabriels
Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South
African ‘Ulama’
SUDAN
1. Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab
Mantan Presiden Sudan
2. Dr. Isam Ahmad Al-Bashir
Menteri Agama
SWISS
1. Prof. Tariq Ramadan
Cendikiawan Muslim
SYRIA
1. Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-
Buti
Dai, Pemikir dan Penulis Islam
2. Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-
Zuhayli
Ketua Departemen Fiqih, Damascus
University
3. Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun
Mufti Besar Syria
THAILAND
1. Mr. Wan Muhammad Nur Matha
Penasehat Perdana Menteri
2. Wiboon Khusakul
Dubes Thailand untuk Irak
TUNISIA
1. Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush
Mantan Perdana Menteri Tunisia
2. Dr. Abu Baker Al-Akhzuri
Menteri Agama
TURKI
1. Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi
Sekjen Organisasi Konferensi Islam
(OKI)
2. Prof. Dr. Mualla Saljuq
Dekan Fakultas Hukum, University of
Ankara
3. Prof. Dr. Mustafa Qag nci
Mufti Besar Istanbul
4. Prof. Ibrahim Kafi Donmez
Profesor Fiqih University of Marmara
UKRAINA
1. Shaykh Dr. Ahmad Tamim
Mufti Ukraina
UNI EMIRAT ARAB
1. Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-
Rahman Al-Hashim
Penasehat Menteri Agama
2. Syaikh Muhammad Al-Banani
Hakim Pengadilan Tinggi
3. Dr. Abd al-Salam Muhammad
Darwish al-Marzuqi
Hakim Pengadilan Duba
INGGRIS
1. Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim
Winter
Dosen, University of Cambridge
2. Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven
Dai Islam dan mantan penyanyi
3. Dr.FuadNahdi
Pemimpin Redaksi Q-News
International
4. SamiYusuf
Penyanyi Lagu-lagu Islam
AMERIKA SERIKAT
1. Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr
Penulis dan profesor Studi-studi
Islam, George Washington University
2. Syaikh Hamza Yusuf
Ketua Zaytuna Institute
3. Syaikh Faisal Abdur Rauf
Imam Masjid Jami Kota New York
4. Prof. Dr. Ingrid Mattson
Profesor Studi-studi Islam, Hartford
Seminary; Ketua Masyarakat Islam
Amerika Utara (ISNA)
UZBEKISTAN
1. Syaikh Muhammad Al-Sadiq
Muhammad Yusuf
Mufti Besar
YAMAN
1. Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad
bin Salim bin Hafiz
Ketua Madrasah Dar al-Mustafa,
Tarim
2. Syaikh Habib Ali Al-Jufri
Dai Internasional
Prof. Dr. Husayn Al-Umari
Anggota UNESCO; Profesor Sejarah,
Universitas San
Naskah ARAB RISALAH AMMAN








0 komentar:
Posting Komentar