Setiap 5 Tahun sekali seluruh masyarakat Indonesia
selalu dihadapkan sama yang namanya Pemilihan Umum. Tahun 2014 sekarang ini
kita bakal berurusan sama pemilu. Dibilang berurusan karena sebenernya pemilu itu
hajatan super besarnya Negara yang sifatnya antara penting dan nggak penting.
Pemilu ini bagaikan sebuah pesta simalakama!
,,,,Kenapa? karena sebenarnya hampir disetiap pemilu kayaknya sudah kehilangan esensi “memperjuangkan suara rakyat”. Dalam Pemilu era orba ini, Pemilu-nya nggak
lebih dari buang-buang uang negara saja hanya untuk memilih wakil rakyat yang
sebenarnya memperjuangkan kepentingan pribadi.
Jadi kalo mau jujur, sebenernya siapa yang menang
tiap kali pemilu diadakan ? pemerintah? rakyat? Atau calegnya? yang paling jelas PARTAI - lah pemenangnya.
Partai politik di Indonesia ini bene- bener sudah kaya kendaraan konspirasi.
Tau Angkot kan? Siapapun bisa naik angkot asalkan Bisa
bayar ongkos-nya…Masalah sampe ke alamat, nyasar atau salah turun,,, tetap saja
harus bayar Ongkosnya. Begitu mau naik lagi ya harus bayar lagi...dan kalau nyasar lagi ya ditanggung sendiri lagi. “Jadi
hampir semua PARPOL yang ada diindonesia
semuanya kayak begitu”.
Mau Nyaleg saja Mahal…! Katanya dulu zaman Pak Harto,
cara kerjanya partai yang ngikut/ nebeng ke orang,,makanya pada zaman itu orang
lebih berkuasa dari pada Partainya. Nah,,,kalau sekarang dibalik orang yang
ngikut/ Nebeng ke Partai. Disinilah keuntungan jadi pemilik PARPOL, kalau Caleg
lolo,,suntung bisa dua kali. Tapi kalau Caleg gagal duit setor daftar-nya ga
akan Bisa balik. Artinya Partai tetep untung.
Penyakit politik kita kayaknya sudah terlalu akut? mulai dari yang suap, tender, kebijakan ngawur,
RUU ga selesai-selesai, kasus amoral, gaya hidup, sama tingkah orang-orang
disekelilingnya jadi bumbu yang dimaklumkan oleh setiap orang. Kalo terlibat
politik ,,ya jadinya begitu. Seolah -olah politik Bisa merubah kepribadian
siapapun jadi blangsak. Padahal politik yang outputnya jelek cuma dihasilkan
dari proses politik yang kotor saja.
Tapi masih ada kok politikus yang baik-baik,,Insya
Alloh…meskipun mungkin hanya sedikit.
Biasanya orang baik yang bermain dalam politik selalu disudutkan dan di
olok-olok kalo nggak mau ikutan bejat? dibilang nggak setia kawan dan yang lain
sebagainya. Nggak heran sih,,mungkin sudah menjadi kebiasan, atau kutukan
berpolitik atau udah jadi bawaan orok kali,,heheeh
Pantasen dulu kalo ada yang nolak kasih contekan,
biasanya dimusuhin,,hehe (Pengalaman). Kayaknya jadi bukti kalo kelakuan
politikus itu representasi dari kacaunya system pendidikan-nya. Cuma untuk
memperbaikinya kayaknya susah sekali dan mungkin hampir mustahil.
Melihat kacaunya keadaan pemerintahan ini, kelihatan
hanya Tuhan yang bisa menolong politik di Indonesia…Semoga Alloh memberikan
hidayah kepada para pemimpin kita,,amiin dan juga semoga Alloh selalu
memberkahi dan melindungi negri tercinta ini ,,,amiin.









0 komentar:
Posting Komentar