Jumat, 02 Mei 2014

H Prof. egemoni Global Michel Chossudovsky : " Zionis akan Tegakkan Israel Raya "

" Zionis akan Tegakkan Israel Raya "
mengerikan negara ilegal bisa semena-mena melakukan tindakan yang membuat orang lain terampas hak-haknya! kemana orang/ negara yang selalu menggembor2kan HAM ?
Dari Dokumen yang ditulis cendekiawan Yahudi anti-zionis, Israel Shahak (1933-2001) pada 1982 yang berkaitan dengan pembentukan "Israel Raya" merupakan landasan faksi zionis yang kuat dalam pemerintahan Netanyahu saat ini, partai Likud, serta dalam kelembagaan militer dan intelijen "Israel".
Demikian ungkap analis Timur Tengah, Prof. Michel Chossudovsky. "Menurut bapak pendiri Zionisme. Theodore Herzl, 'Wilayah Negara Yahudi membentang: Dari Brook Mesir hingga Eufrat'," imbuhnya.
Menurut Rabbi Fischmann, "Tanah yang Dijanjikan memanjang dari Sungai Mesir hingga sungai Eufrat; itu mencakup sebagian wilayah Suriah dan Lebanon."

Bila ditinjau dalam konteks saat ini, perang Irak, perang 2006 di Lebanon, perang di Libya 2011, perang yang sedang berlangsung di Suriah, belum lagi proses perubahan rezim di Mesir, harus dipahami dalam kaitannya dengan Rencana Zionis untuk Timur Tengah. "Yang terakhir ini berusaha melemahkan dan akhirnya merapuhkan negara-negara Arab 'tetangganya' sebagai bagian dari proyek ekspansionis 'Israel'," papar Chossudovsky.
"Israel Raya" terdiri dari daerah yang membentang mulai dari Lembah Nil hingga Eufrat.
Proyek Zionis mendukung gerakan pemukiman Yahudi. Lebih luas lagi, itu melibatkan kebijakan mengusir rakyat Palestina dari Palestina menuju aneksasi akhirnya, baik di Tepi Barat maupun di Gaza untuk "Negara Israel".
"Israel Raya" akan menciptakan sejumlah proksi Serikat. Ini akan termasuk bagian dari Lebanon, Yordania, Suriah, Sinai, serta sebagian Irak dan Arab Saudi. (Lihat peta)
Menurut Mahdi Darius Nazemroaya dalam artikel Global Research (2011), Yinon Plan merupakan kelanjutan dari desain kolonial Inggris di Timur Tengah, "Yinon Plan adalah rencana strategis 'Israel' untuk memastikan keunggulan regional 'Israel'. Ini menegaskan dan menetapkan bahwa 'Israel' harus mengkonfigurasi ulang lingkungan geopolitiknya melalui Balkanisasi negara-negara Arab sekitarnya menjadi negara-negara lebih kecil dan lebih lemah."
"Para pakar strategi 'Israel' melihat Irak sebagai tantangan strategis terbesar mereka dari sebuah negara Arab. Itulah sebabnya mengapa Irak dikerangkakan sebagai pusat untuk Balkanisasi Timur Tengah dan Dunia Arab. Di Irak, berdasar konsep Yinon Plan, para pakar strategi 'Israel' telah menyerukan pembagian Irak menjadi negara Kurdi dan dua negara Arab, satu untuk Muslim Syiah dan lainnya untuk Muslim Sunni. Langkah pertama untuk membentuk itu adalah perang Irak-Iran, yang dibahas dalam Rencana Yinon."
"The Atlantic pada 2008 dan Jurbal Angkatan Bersenjata militer AS pada 2006, sama-sama menerbitkan peta yang beredar luas, yang mirip garis besar Rencana Yinon. Selain membag-bagi Irak, yang juga diserukan Biden Plan, Yinon Plan juga menyerukan pembagi-bagian Lebanon, Mesir, dan Suriah. Partisi Iran, Turki, Somalia, dan Pakistan juga sejalan dengan pandangan ini. Yinon Plan juga menyerukan pembubaran di Afrika Utara dan yang diperkirakan dimulai dari Mesir dan kemudian merembet ke Sudan, Libya, dan seluruh kawasan."
File:Greater israel.jpg
(Peta "Israel Raya" yang memerlukan terpecah-pecahnya negara-negara Arab yang ada ke dalam negara-negara kecil)
Nazemroaya melanjutkan, "Rencana itu beroperasi di atas dua premis pentint. Untuk bertahan hidup, 'Israel' harus (1) menjadi kekuatan regional berkuasa, dan (2) harus menghasilkan pemecah-belahan seluruh wilayah menjadi negara-negara kecil dengan membubarkan seluruh negara Arab yang ada. 'Negara kecil' di sini akan bergantung pada komposisi etnis atau sektarian masing-masing negara. Akibatnya, harapan Zionis adalah bahwa negara-negara berbasis sektarian itu menjadi satelit 'Israel' dan, ironisnya, sumber legitimasi moralnya... Ini bukan ide baru, juga tidak muncul untuk pertama kalinya dalam pemikiran strategis Zionis. Memang, memecah-belah semua negara Arab ke dalam unit lebih kecil telah menjadi tema yang berulang."
Ditinjau dari konteks ini, ujar Chossudovsky, perang melawan Suriah merupakan bagian dari proses perluasan wilayah "Israel". "Dina
Islam Times-
Dokumen yang ditulis cendekiawan Yahudi anti-zionis, Israel Shahak (1933-2001) pada 1982 yang berkaitan dengan pembentukan "Israel Raya" merupakan landasan faksi zionis yang kuat dalam pemerintahan Netanyahu saat ini, partai Likud, serta dalam kelembagaan militer dan intelijen "Israel".
Demikian ungkap analis Timur Tengah, Prof. Michel Chossudovsky. "Menurut bapak pendiri Zionisme. Theodore Herzl, 'Wilayah Negara Yahudi membentang: Dari Brook Mesir hingga Eufrat'," imbuhnya.
Menurut Rabbi Fischmann, "Tanah yang Dijanjikan memanjang dari Sungai Mesir hingga sungai Eufrat; itu mencakup sebagian wilayah Suriah dan Lebanon."
Bila ditinjau dalam konteks saat ini, perang Irak, perang 2006 di Lebanon, perang di Libya 2011, perang yang sedang berlangsung di Suriah, belum lagi proses perubahan rezim di Mesir, harus dipahami dalam kaitannya dengan Rencana Zionis untuk Timur Tengah. "Yang terakhir ini berusaha melemahkan dan akhirnya merapuhkan negara-negara Arab 'tetangganya' sebagai bagian dari proyek ekspansionis 'Israel'," papar Chossudovsky.
"Israel Raya" terdiri dari daerah yang membentang mulai dari Lembah Nil hingga Eufrat.
Proyek Zionis mendukung gerakan pemukiman Yahudi. Lebih luas lagi, itu melibatkan kebijakan mengusir rakyat Palestina dari Palestina menuju aneksasi akhirnya, baik di Tepi Barat maupun di Gaza untuk "Negara Israel".
"Israel Raya" akan menciptakan sejumlah proksi Serikat. Ini akan termasuk bagian dari Lebanon, Yordania, Suriah, Sinai, serta sebagian Irak dan Arab Saudi. (Lihat peta)
Menurut Mahdi Darius Nazemroaya dalam artikel Global Research (2011), Yinon Plan merupakan kelanjutan dari desain kolonial Inggris di Timur Tengah, "Yinon Plan adalah rencana strategis 'Israel' untuk memastikan keunggulan regional 'Israel'. Ini menegaskan dan menetapkan bahwa 'Israel' harus mengkonfigurasi ulang lingkungan geopolitiknya melalui Balkanisasi negara-negara Arab sekitarnya menjadi negara-negara lebih kecil dan lebih lemah."
"Para pakar strategi 'Israel' melihat Irak sebagai tantangan strategis terbesar mereka dari sebuah negara Arab. Itulah sebabnya mengapa Irak dikerangkakan sebagai pusat untuk Balkanisasi Timur Tengah dan Dunia Arab. Di Irak, berdasar konsep Yinon Plan, para pakar strategi 'Israel' telah menyerukan pembagian Irak menjadi negara Kurdi dan dua negara Arab, satu untuk Muslim Syiah dan lainnya untuk Muslim Sunni. Langkah pertama untuk membentuk itu adalah perang Irak-Iran, yang dibahas dalam Rencana Yinon."
"The Atlantic pada 2008 dan Jurbal Angkatan Bersenjata militer AS pada 2006, sama-sama menerbitkan peta yang beredar luas, yang mirip garis besar Rencana Yinon. Selain membag-bagi Irak, yang juga diserukan Biden Plan, Yinon Plan juga menyerukan pembagi-bagian Lebanon, Mesir, dan Suriah. Partisi Iran, Turki, Somalia, dan Pakistan juga sejalan dengan pandangan ini. Yinon Plan juga menyerukan pembubaran di Afrika Utara dan yang diperkirakan dimulai dari Mesir dan kemudian merembet ke Sudan, Libya, dan seluruh kawasan."
File:Greater israel.jpg
(Peta "Israel Raya" yang memerlukan terpecah-pecahnya negara-negara Arab yang ada ke dalam negara-negara kecil)
Nazemroaya melanjutkan, "Rencana itu beroperasi di atas dua premis pentint. Untuk bertahan hidup, 'Israel' harus (1) menjadi kekuatan regional berkuasa, dan (2) harus menghasilkan pemecah-belahan seluruh wilayah menjadi negara-negara kecil dengan membubarkan seluruh negara Arab yang ada. 'Negara kecil' di sini akan bergantung pada komposisi etnis atau sektarian masing-masing negara. Akibatnya, harapan Zionis adalah bahwa negara-negara berbasis sektarian itu menjadi satelit 'Israel' dan, ironisnya, sumber legitimasi moralnya... Ini bukan ide baru, juga tidak muncul untuk pertama kalinya dalam pemikiran strategis Zionis. Memang, memecah-belah semua negara Arab ke dalam unit lebih kecil telah menjadi tema yang berulang."
Ditinjau dari konteks ini, ujar Chossudovsky, perang melawan Suriah merupakan bagian dari proses perluasan wilayah "Israel". "Dina
#islam time#

Semoga semua umat islam sadar dan bersat,,,agar umat islam semakin kuat! amiin

0 komentar:

Posting Komentar