Minggu, 04 Mei 2014

Sayyidina Ali si Cerdik dan Pandai

SAYYIDINA ALI SI CERDIK PANDAI
Pada suatu hari Rasulullah saw.
berkata kepada para sahabat,
"Sudikah kalian aku beritahukan
mengenai amal perbuatan para
pahlawan?"
"Wahai Rasulullah, apakah amal
perbuatan para pahlawan tersebut?"
"Yaitu mencari ilmu karena
sesungguhnya ilmu itu adalah
cahaya orang mukmin di dunia dan
akhirat. Aku adalah kota (gudang)
ilmu, sedangkan Ali r.a. adalah
pintu masuknya," sabda Rasul.
--0o0o0--
Ketika kaum Khawarij mendengar
sabda Rasulullah saw. tersebut,
timbullah rasa hasud dan dengki
kepada Ali r.a. Akhirnya, sepuluh
orang pembesar di antara mereka
berkumpul membuat
persekongkolan. Mereka sepakat
bahwa masing-masing dari mereka
menanyakan masalah yang sama.
Jika Ali menjawab masing-masing
dari pertanyaan mereka dengan
jawaban yang lain, maka berarti Ali
memang berilmu luas sebagaimana
yang disabdakan Rasulullah.
Salah seorang dari mereka datang
dan mengawali pertanyaan kepada
Ali.
Orang Pertama : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta? Apa alasan dan argumentasi
Anda?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena ilmu adalah
warisan para nabi, sedangkan harta
adalah warisan Qarun, Fir'aun, dan
orang orang tamak."
Setelah mendapat jawaban dari Ali,
orang pertama yang bertanya
langsung pergi. Lalu orang kedua
bertanya dengan pertanyaan yang
sama.
Orang Ke 2 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
dari harta karena ilmu akan
menjaga dan melindungi Anda,
sementara harta justru kamu yang
menjadi penjaganya."
Kemudian orang yang ketiga,
keempat dan seterusnya sampai
orang kesepuluh menyusul dan
bertanya seperti pertanyaan yang
diajukan orang pertama dan orang
kedua.
Orang Ke 3 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
dari harta. Pemilik harta
mempunyai banyak musuh,
sementara pemilik ilmu mempunyai
banyak teman."
Orang Ke 4 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena jika harta
dibelanjakan maka akan berkurang,
sedangkan ilmu akan semakin
bertambah."
Orang Ke 5 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
akan mendapat julukan bakhil,
sementara pemilik ilmu mendapat
panggilan orang yang mulia dan
terhormat."
Orang Ke 6 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta perlu
penjagaan dari pencurian,
sedangkan ilmu tidak perlu
penjagaan."
Orang Ke 7 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
akan dihisab pada hari kiamat,
sedangkan pemilik ilmu akan
disyafaati pada hari kiamat."
Orang Ke 8 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta akan
rusak seiring perjalanan waktu,
sementara ilmu tidak akan rusak
atau binasa walau kita mati."
Orang Ke 9 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta bisa
membuat hati keras dan membatu,
ilmu sebagai pelita penerang
cahaya hati."
Orang Ke 10 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
mendapat predikat sebagai orang
yang materialisme dan pemuja
harta, sementara pemilik ilmu
mendapatkan predikat sebagai
penghamba Allah swt."
* * *
Selanjutnya Sayyidina Ali berkata,
"Seandainya mereka masih
bertanya lagi dalam masalah ini
tentu aku akan menjawab dengan
jawaban lain selama aku masih
hidup."
Akhirnya mereka mengakui
ketinggian dan keluasan ilmu
Sayyidina Ali r.a. sebagaimana
sabda Nabi saw. Lalu mereka
semua datang dan menyerahkan
dirinya masuk Islam.
*sumber : As Syekh Muhammad bin
Abu Bakar, Mutiara Kisah Teladan
dibalik Hadits Nabi.

0 komentar:

Posting Komentar