Mi ,,bi, Seks Itu apa? Sudah terbayangkan kelak
nanti anak ku pasti akan bertanya itu. Perlunya Kejujuran Dalam Pendidikan Seks
jika anda orang tua dari anak anak remaja. Pertanyaan seputaran seks mulai dari
“seks itu enak ya?”, sampai “mengapa seks tabu?” dan “Bagaimana saya tercipta
dan dilahirkan?,” adalah pertanyan lumrah yang perlu diantisipasi dan disiapkan
jawabannya sebelum ditanya.
J Jika anak remaja anda tidak pernah sekalipun
bertanya atau mengungkapkan kesulitannya memahami seksualitas! Anda sebagai
orang tua harusnya sangat khawatir.
Jangan-jangan anak anda malah memperoleh
informasi dari para sahabatnya yang seumuran, tentu saja sebagian besar adalah
nungkin info yang menyesatkan karena hanya bercerita/ berpikir pada kenikmatan
dan aktivitas seks, tanpa disertai pemahaman tentang fungsi dan tanggung jawab
yang melekat di dalamnya.Zaman sekarang dengan perkembangan teknologi dan
dunia internet yang sudah masuk sampai ke kampung kampung, sehingga slogan “dunia tanpa batas” sudah merupakan hal umum
yang memang dirasakan oleh masyarakat sekarang ini. Ingin memperoleh informasi
apapun, tinggal menekan beberapa tombol,atau bertanya kepada mbah gugel, maka
tringgggggg! semua informasi (termasuk yang menyesatkan) dalam sekejap tersaji
di depan mata.Apakah kita sebagai orang tua bisa memblokir semua
itu dari anak-anak? Hmmmm… rasanya kita bukan Superman atau wonder woman yang bisa
24 jam mengikuti kemana saja mereka berada dan menyensor segala sesuatu bagi
mereka. Suatu saat kelak anaku akan bertumbuh menjadi manusia dewasa yang harus
mengambil keputusan sendiri dan membuat pilihan hidup dengan segala konsekuensi
dan tanggung jawab yang melekat dalam setiap keputusan yang diambil. Itulah
makna menjadi manusia dewasa bukan? Bahwa dalam setiap pilihan hidup, kita siap
bertanggung jawab sepenuhnya. Bukan menyalah-nyalahkan orang lain atau
perkembangan teknologi yang merusak, hanya karena kita tidak bisa membuat
pilihan yang baik dan benar.- Memblokir situs porno?Mungkin ini yang terbaik.
Saya sangat setuju disekolah maupun warnet dan dirumah, dipasangi alat sensor bagi anak anak, agar situs tidak layak tonton tidak terbuka secara otomatis. Saya mendukung sepenuhnya pengaturan seperti itu.Tapi apakah itu semua akan mendidik anak-anak untuk belajar dan melatih diri mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang memahami artinya seks yang bertanggung jawab?
- Katakan dengan jujur bahwa seks itu nikmat.
Jangan menjadi orang tua yang suka berbohong soal kenikmatan seks. Tapi jelaskan dibalik kenikmatan itu ada tanggung jawab yang besar. Bahwa kenikmatan seks itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa, yang diberi secara adil kepada seluruh manusia tanpa menandang status. Kemukakan bahwa untuk setiap kenikmatan, ada resiko dan tanggung jawab.
- Jelaskan resiko seks tanpa tanggung jawab kepada anak anak.
Kehamilan diluar nikah, penyakit seksual dan moralitas yang terikat dalam ajaran agama. Terangkan dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami.
- Terangkan kepada anak anak anda soal menghargai diri sendiri.
Kepada anak wanita khususnya bahwa fisik yang indah dan sensualitas yang dimiliki, bukan untuk diperdagangkan atau diumbar demi mendapatkan kenikmatan dunia dan materi yang berlimpah.
Kepada anak laki laki jelaskan bahwa kejantanan seorang pria bukan sekedar dari ukuran dan fungsi penis semata, tapi bagaimana tanggung jawabnya sebagai laki laki untuk membesarkan anak anak dan membimbing keluarganya kearah yang baik.
Mudah mudahan kita semua bukan hanya menjadi orang dewasa yang hanya bisa memblokir/ melarang tanpa kemampuan mendidik anak-anak agar mereka tumbuh dewasa dilengkapi dengan kebijaksanaan untuk memilih yang baik bagi dirinya dan membawa kebaikan bagi sesama…Amiin.
Karena selalu menekankan soal dosa tanpa memberi pengertian bahwa segala sesuatu adalah dosa jika kita tidak bertanggung jawab dan menyakiti orang lain. Seks bebas berpotensi kehamilan diluar nikah. Bayangkan betapa berdosanya kita memiliki anak yang tidak bisa diurus dengan baik karena orang tua sang anak masih anak-anak juga. Atau dosa aborsi yaitu membunuh jiwa yang tidak bersalah, yang hadir bukan karena keinginannya tapi karena nafsu sesaat tanpa memikirkan resiko dari dua orang yang tidak memahami tanggung jawab seks.
Semoga bermanfaat.....









0 komentar:
Posting Komentar