Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

SYEH SITI JENAR



Nama asli Syekh Siti Jenar adalah
Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini,
dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian
setelah dewasa mendapat gelar
Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika
datang untuk berdakwah ke
Caruban, sebelah tenggara Cirebon.
Dia mendapat gelar Syaikh Siti
Jenar atau Syaikh Lemah Abang
atau Syaikh Lemah Brit.
Syaikh Siti Jenar adalah seorang
sayyid atau habib keturunan dari
Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya
adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid
Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin
Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid
Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid
’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul
Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi
'Ammil Faqih bin Sayyid
Muhammad Shohib Mirbath bin
Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid
'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid
Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah
bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin
Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid
Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa
An-Naqib bin Sayyid Muhammad
An-Naqib bin Sayyid 'Ali
Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-
Shadiq bin Imam Muhammad al-
Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin
bin Imam Husain Asy-Syahid bin
Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti
Nabi Muhammad Rasulullah Saw.
Syaikh Siti Jenar lahir sekitar
tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak
kecil ia berguru kepada ayahnya
Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an
dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti
Jenar kecil berhasil menghafal Al-
Qur’an usia 12 tahun.
Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar
berusia 17 tahun, maka ia bersama
ayahnya berdakwah dan berdagang
ke Malaka. Tiba di Malaka
ayahnya, yaitu Sayyid Shalih,
diangkat menjadi Mufti Malaka oleh
Kesultanan Malaka dibawah
pimpinan Sultan Muhammad
Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan
Malaka adalah di bawah komando
Khalifah Muhammad 1,
Kekhalifahan Turki Utsmani.
Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan
ayahnya bermukim di Malaka.
Kemudian pada tahun 1424 M, Ada
perpindahan kekuasaan antara
Sultan Muhammad Iskandar Syah
kepada Sultan Mudzaffar Syah.
Sekaligus pergantian mufti baru
dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar]
kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.
Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid
Shalih beserta anak dan istrinya
pindah ke Cirebon. Di Cirebon
Sayyid Shalih menemui sepupunya
yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid
Ahmad.
Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon
adalah sebagai Mursyid Thariqah
Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari
sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus
Penasehat Agama Islam Kesultanan
Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian
mengajarkan ilmu Ma’rifatullah
kepada Siti Jenar yang pada waktu
itu berusia 20 tahun. Pada saat itu
Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah
Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:
1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai
Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah
al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina
Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk
wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah,
Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa
Tenggara, Maluku, dan sekitarnya
2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi,
dari sanad Sayyidina ’Umar bin
Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika
Selatan, Mesir dan sekitarnya,
3. Sayyid Kahfi, dari sanad
Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk
wilayah Jawa Barat, Banten,
Sumatera, Champa, dan Asia
tenggara
4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad
bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari
sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib,
untuk wilayah Makkah, Madinah,
Persia, Iraq, Pakistan, India,
Yaman.
Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti
Jenar muda kepada Sayyid Kahfi
adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya
Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya
Abdul Karim al-Jilli, Ihya’
Ulumuddin karya Al-Ghazali,
Risalah Qushairiyah karya Imam al-
Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya
Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin
karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli
karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan
Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-
Makkiy.
Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam,
Siti Jenar muda berguru kepada
Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan
belajar ilmu ushuluddin kepada
Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.
Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti
Jenar diberi amanat untuk
menggantikannya sebagai Mursyid
Thariqah Al-Mu’tabarah Al-
Ahadiyyah dengan sanad Utsman
bin ’Affan. Di antara murid-murid
Syaikh Siti Jenar adalah:
Muhammad Abdullah Burhanpuri,
Ali Fansuri, Hamzah Fansuri,
Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf
Sinkiliy, dan lain-lain.
KESALAHAN SEJARAH TENTANG
SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI
FITNAH adalah:
1. Menganggap bahwa Syaikh Siti
Jenar berasal dari cacing. Sejarah
ini bertentangan dengan akal sehat
manusia dan Syari’at Islam. Tidak
ada bukti referensi yang kuat
bahwa Syaikh Siti Jenar berasal
dari cacing. Ini adalah sejarah
bohong. Dalam sebuah naskah
klasik, Serat Candhakipun Riwayat
jati ; Alih aksara; Perpustakaan
Daerah Propinsi Jawa Tengah,
2002, hlm. 1, cerita yg masih
sangat populer tersebut dibantah
secara tegas, “Wondene kacariyos
yen Lemahbang punika asal saking
cacing, punika ded, sajatosipun
inggih pancen manungsa darah alit
kemawon, griya ing dhusun
Lemahbang.” [Adapun diceritakan
kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar)
itu berasal dari cacing, itu salah.
Sebenarnya ia memang manusia
yang akrab dengan rakyat jelata,
bertempat tinggal di desa Lemah
Abang]….
2. “Ajaran Manunggaling Kawulo
Gusti” yang diidentikkan kepada
Syaikh Siti Jenar oleh beberapa
penulis sejarah Syaikh Siti Jenar
adalah bohong, tidak berdasar alias
ngawur. Istilah itu berasal dari
Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal
dalam Suluk Syaikh Siti Jenar,
beliau menggunakan kalimat “Fana’
wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat
berbeda penafsirannya dengan
Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah
Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran
tauhid, yang merujuk pada Firman
Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa
Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu
itu akan rusak dan binasa kecuali
Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar
adalah penganut ajaran Tauhid
Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’,
Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.
3. Dalam beberapa buku
diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar
meninggalkan Sholat, Puasa
Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb.
Syaikh Burhanpuri dalam Risalah
Burhanpuri halaman 19
membantahnya, ia berkata, “Saya
berguru kepada Syaikh Siti Jenar
selama 9 tahun, saya melihat
dengan mata kepala saya sendiri,
bahwa dia adalah pengamal
Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat
sunnah yang dilakukan Syaikh Siti
Jenar adalah lebih banyak dari
pada manusia biasa. Tidak pernah
bibirnya berhenti berdzikir
“Allah..Allah..Allah” dan membaca
Shalawat nabi, tidak pernah ia
putus puasa Daud, Senin-Kamis,
puasa Yaumul Bidh, dan tidak
pernah saya melihat dia
meninggalkan sholat Jum’at”.
4. Beberapa penulis telah menulis
bahwa kematian Syaikh Siti Jenar,
dibunuh oleh Wali Songo, dan
mayatnya berubah menjadi anjing.
Bantahan saya: “Ini suatu
penghinaan kepada seorang
Waliyullah, seorang cucu
Rasulullah. Sungguh amat keji dan
biadab, seseorang yang menyebut
Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing
dan meninggal jadi anjing. Jika ada
penulis menuliskan seperti itu.
Berarti dia tidak bisa berfikir
jernih. Dalam teori Antropologi atau
Biologi Quantum sekalipun.
Manusia lahir dari manusia dan
akan wafat sebagai manusia. Maka
saya meluruskan riwayat ini
berdasarkan riwayat para habaib,
ulama’, kyai dan ajengan yang
terpercaya kewara’annya. Mereka
berkata bahwa Syaikh Siti Jenar
meninggal dalam kondisi sedang
bersujud di Pengimaman Masjid
Agung Cirebon. Setelah sholat
Tahajjud. Dan para santri baru
mengetahuinya saat akan
melaksanakan sholat shubuh.
5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar
dibunuh oleh Sembilan Wali adalah
bohong. Tidak memiliki literatur
primer. Cerita itu hanyalah cerita
fiktif yang ditambah-tambahi, agar
kelihatan dahsyat, dan laku bila
dijadikan film atau sinetron.
Bantahan saya: Wali Songo adalah
penegak Syari’at Islam di tanah
Jawa. Padahal dalam Maqaashidus
syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu
memelihara kehidupan [Hifzhun
Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh
membunuh seorang jiwa yang
mukmin yang di dalam hatinya ada
Iman kepada Allah. Tidaklah
mungkin 9 waliyullah yang suci
dari keturunan Nabi Muhammad
akan membunuh waliyullah dari
keturunan yang sama.” Tidak bisa
diterima akal sehat.
Penghancuran sejarah ini, menurut
ahli Sejarah Islam Indonesia
(Azyumardi Azra) adalah ulah
Penjajah Belanda, untuk memecah
belah umat Islam agar selalu
bertikai antara Sunni dengan
Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at
dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan
Penjajah Belanda telah
mengklasifikasikan umat Islam
Indonesia dengan Politik Devide et
Empera [Politik Pecah Belah]
dengan 3 kelas:
1. Kelas Santri [diidentikkan
dengan 9 Wali]
2. Kelas Priyayi [diidentikkan
dengan Raden Fattah, Sultan
Demak]
3. Kelas Abangan [diidentikkan
dengan Syaikh Siti Jenar]
Wahai kaum muslimin...melihat
fenomena seperti ini, maka kita
harus waspada terhadap upaya para
kolonialist, imprealis, zionis,
freemasonry yang berkedok
orientalis terhadap penulisan
sejarah Islam. Hati-hati....jangan
mau kita diadu dengan sesama
umat Islam. Jangan mau umat
Islam ini pecah. Ulama’nya pecah.
Mari kita bersatu dalam naungan
Islam untuk kejayaan Islam dan
umat Islam.

Selasa, 03 Juni 2014

Menggelikan Saat Pacaran

Halo para pembaca setia...Kali ini saya mau sharing pengalaman-pengalaman menggelikan disaat pacaran. Langsung saja kalo gitu ya.

1. Panggilan Sayang 
Disaat PDKT dan bahkan sampe pacaran.Gak jarang pasangan yang ngasih nama atau panggilan sayang ke gebetan atau pacarnya. Panggilan yang populer pas PDKT dan Pacaran biasnya sih antara lain kalau tidak 'NDUT' (Gendut), 'NTIK' (Cantik), CIN (
Cinta ) atau Darling,,,,Preeeettt!! heheeh.
Tapi kalau saya amatati anak gaul/ anak muda sekarang, panggilan yang umum dikalangan anak muda ketika sudah pacaran adalah 'NYET' ( Monyet -.-" )…wkwkwk!! Kayaknya makin lama makin menggila aja ya? Ntar jangan-jangan kalo nikah manggilnya 'JING' (Anjing) lagi.

2. Gak Mau Saling Nutup Telepon
Disat PDKT maupun pacaran pasti ada masa dimana kita teleponan sama pacar. Bagian menggelikannya adalah ketika keduanya gak mau saling nutup telepon!! Hadehhh gokil tah,,,,J
Ilustrasi-nya begini :
  • Cowok : Kayaknya udah malem nih,besok pagi aku mesti bangaun pagi (soalnya mau nyuci piring,,wkwk)
  • Cewek : Yaudah kamu dong tutup teleponnya…
  • Cowok : Kamu yang duluan…
  • Cewek : Kamu….
  • Cowok : Kamu…..
  • Cowok : Yaudah kita tutup bareng ya.1...2...3….prooottttttttt
  • Cewek : ....
  • Cowok : .... *sengaja gak ditutup ..mastiin cewek beneran udah nutup teleponnya atau belum.
  • Cewek : Ih kok belum kamu tutup ?
  • Cowok : …J
Tapi kalo udah lama pacaran, biasanya si cowok ditinggal ma cewek nya yang ketiduran duluan!!( ampuuun )
Ada yang pernah ngalamin ? wkwwkwkwkwwkwk GOKILLLL

3. Mencoba Gandengan Tangan

Pas jalan sama gebetan atau pacar. Pasti ada momen dimana si cowok (biasanya sih cowok) atau cewek pengen gandengan tangan. Nah biasanya si cowok ada aja caranya buat bisa dapet tangan gebetan atau pacarnya.Cara-cara yang sudah terkenal yang saya tau sih, biasanya pura-pura kaya kesandung gitu terus berusaha ngenain tangannya ke cewek-nya ,atau berpura-pura mengayun-ayunkan tangannya,,,hik,,hik,,!! Atau cara yang satu ini yang sering dilakukan di film-film. Si cowok akan perlahan meraba tangan pasangannya, dimulai dari jari secara halus. Dan biasanya yang ini lebih berhasil….

4. Couple Shirt/ Baju Kembar.
Hal mengelikan lain semasa pacaran adalah ketika cewek/ cowoknya membelikan couple shirt (kaus yang sama.dipakai berpasangan). Kadang saking cintanya, itu couple shirt udah di sablon sekalian sama nama pasangannya.
Ilustrasi nya :
  • Couple Shirt Cowok : She is my love, Dellya….
  • Couple Shirt Cewek : He is my love, Yana’
Dan kalo yang sudah kelewat greget. Ngasih couple shirt yang ada tanda panahnya.
Ilustrasi nya:
  • Couple Shirt Cowok : She is my (love,tanda panah ke kiri )
  • Couple Shirt Cowok : He is my (love,tanda panah ke kanan Dan mereka biasanya jalan berdua nempel-nempelakan kayak orang sakit)wkwkwk
Ya kira-kira itu sekilas pengalaman yang saya lihat dan saya alami waktu tua dulu..:)
Makasih udah mampir ke blog saya semoga yang baca ini, kalo pacaran tambah langgeng, dan kalo yang jomblo moga-moga cepet dapet pacar…amiin



Minggu, 04 Mei 2014

Sayyidina Ali si Cerdik dan Pandai

SAYYIDINA ALI SI CERDIK PANDAI
Pada suatu hari Rasulullah saw.
berkata kepada para sahabat,
"Sudikah kalian aku beritahukan
mengenai amal perbuatan para
pahlawan?"
"Wahai Rasulullah, apakah amal
perbuatan para pahlawan tersebut?"
"Yaitu mencari ilmu karena
sesungguhnya ilmu itu adalah
cahaya orang mukmin di dunia dan
akhirat. Aku adalah kota (gudang)
ilmu, sedangkan Ali r.a. adalah
pintu masuknya," sabda Rasul.
--0o0o0--
Ketika kaum Khawarij mendengar
sabda Rasulullah saw. tersebut,
timbullah rasa hasud dan dengki
kepada Ali r.a. Akhirnya, sepuluh
orang pembesar di antara mereka
berkumpul membuat
persekongkolan. Mereka sepakat
bahwa masing-masing dari mereka
menanyakan masalah yang sama.
Jika Ali menjawab masing-masing
dari pertanyaan mereka dengan
jawaban yang lain, maka berarti Ali
memang berilmu luas sebagaimana
yang disabdakan Rasulullah.
Salah seorang dari mereka datang
dan mengawali pertanyaan kepada
Ali.
Orang Pertama : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta? Apa alasan dan argumentasi
Anda?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena ilmu adalah
warisan para nabi, sedangkan harta
adalah warisan Qarun, Fir'aun, dan
orang orang tamak."
Setelah mendapat jawaban dari Ali,
orang pertama yang bertanya
langsung pergi. Lalu orang kedua
bertanya dengan pertanyaan yang
sama.
Orang Ke 2 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
dari harta karena ilmu akan
menjaga dan melindungi Anda,
sementara harta justru kamu yang
menjadi penjaganya."
Kemudian orang yang ketiga,
keempat dan seterusnya sampai
orang kesepuluh menyusul dan
bertanya seperti pertanyaan yang
diajukan orang pertama dan orang
kedua.
Orang Ke 3 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
dari harta. Pemilik harta
mempunyai banyak musuh,
sementara pemilik ilmu mempunyai
banyak teman."
Orang Ke 4 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena jika harta
dibelanjakan maka akan berkurang,
sedangkan ilmu akan semakin
bertambah."
Orang Ke 5 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
akan mendapat julukan bakhil,
sementara pemilik ilmu mendapat
panggilan orang yang mulia dan
terhormat."
Orang Ke 6 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta perlu
penjagaan dari pencurian,
sedangkan ilmu tidak perlu
penjagaan."
Orang Ke 7 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
akan dihisab pada hari kiamat,
sedangkan pemilik ilmu akan
disyafaati pada hari kiamat."
Orang Ke 8 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta akan
rusak seiring perjalanan waktu,
sementara ilmu tidak akan rusak
atau binasa walau kita mati."
Orang Ke 9 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena harta bisa
membuat hati keras dan membatu,
ilmu sebagai pelita penerang
cahaya hati."
Orang Ke 10 : "Hai Ali, manakah
yang lebih utama, ilmu ataukah
harta?"
Sayyidina Ali : "Ilmu lebih utama
daripada harta karena pemilik harta
mendapat predikat sebagai orang
yang materialisme dan pemuja
harta, sementara pemilik ilmu
mendapatkan predikat sebagai
penghamba Allah swt."
* * *
Selanjutnya Sayyidina Ali berkata,
"Seandainya mereka masih
bertanya lagi dalam masalah ini
tentu aku akan menjawab dengan
jawaban lain selama aku masih
hidup."
Akhirnya mereka mengakui
ketinggian dan keluasan ilmu
Sayyidina Ali r.a. sebagaimana
sabda Nabi saw. Lalu mereka
semua datang dan menyerahkan
dirinya masuk Islam.
*sumber : As Syekh Muhammad bin
Abu Bakar, Mutiara Kisah Teladan
dibalik Hadits Nabi.