Selasa, 07 April 2015

Antara project TA dan Perut..!!

Iklan dulu ni sebelum magrib.. refresh blog ni.. hahaha

Jam di hp ku pukul 16.45. Aku sadar belum makan sedikit pun..
Tak terasa haus.. tak begitu lapar.
Yang terasa adalah kebosana mengotak ngatik flowchart dan Diagram kontex project tugas akhir ku.
Hmm. Galau...

Dalam bimbangku..
Segera ku bergegas menuju warteg tempat ku makan..
Cukup murah.. cukup enak dan cukup mengenyangkan perut ini.
Alahamdulillah wareug.. walau hanya telor dadar dan toge saja.

Hampir setiap hari aku bertelor..haha. hanpir setiap makan menu favorite ku :  togedog.. toge endog.
dogtucang.. endok tumis kacang.
Rekedog.. orek endog.
Karedog.. karendok + endog.

Tiada hari tanpa telor..
Tiada telor tanpa hari ku..
Katanya mitos nya klo kebanyakan makan telor pasti bisulan??apa benar...
Entahlah.. Percaya saja sya ma. klo yang sya makan adalah makanan bukan penyakit..hehe
Alhamdulillah gak samapai bisulan..tapi cuma jerawatan di badan.
Ga apa-apa..

Oya ngemengin project ku. target ku hanya sampai bulan juni..
Lewat dari bulan itu aku harus mengulang menunggu tahun depan.
Semoga jangan samapai demikian.
Insya4jji juni nanti aku bisa ikut sidang tugas akhir...Amiin

Huh.. berat rasanya.
Sekrang harus lebih ekstra ngejar dosen pembimbingnya.
Tapi kita nikmatin saja prosesnya.. insya Alloh berkah.. amin

sip..lah.
Sholat berjamaah dulu kali.. abis itu lanjut project lagi .. trus malemnya olah raga dikit  ye... ( Futsal ).

Senin, 06 April 2015

Hari ini masa depan ku! Buatlah lebih baik dari hari kemarin..

Hari kemarin adalah masa lalu ku..
Hari ini adalah masa depan ku..
Hati esok adalah misteri ku..

Sejarah adalah masa lalu..
ia tak akan pernah kembali dan tak dapat dikembalikan.
Hidup tak harus selalu kembali ke belakang. Tapi kalau melihat kebelakang.. boleh, dan hanya untuk sebuah pelajaran bahwa kita pernah hidup masa lalu.

Masa lalu adalah jalan untuk bangkit dan kembali membangun kehidupan yang telah lama terabaikan.
Kita sering lupa, bahwa kemarin adalah masa lalu, hari ini masa depan dan esok tidak pasti...

Terlepas dari takdir dan nasib ku..
Ku merenungkam apa yang telah dilakukan hari kemarin.. banyak sekali waktu yang telah aku sia-siakan. Salah memang aku bersalah.. menyesal memang aku menyesal tetapi di hari ini aku tak bisa memperbaiki hari kemarin itu.
Tak usah terlalu menyesalinya... selama dalam diri ini ada rasa dan sikap ingin memperbaiki diri kita dari hari kemarin itu sangat lebih baik.

Tidak ada manusia yang hidup pada hari ini tanpa melewati hari kemarin.
Simpan masa lalu itu.. Ambillah pelajaran untuk masa depan yang lebih baik.  Dengan begitu, insya Allah aku akam menjadi waspada dan melakukan perbaikan terhadap sesuatu yang pernah terjadi. Saatnya untuk melangkah, membuka pikiran positif bahwa ada masa depan yang lebih baik sedang menunggu di depan.

Pepatah mengatakan bahwa masa lalu adalah guru, terlebih kegagalan, yang dengannya kita bisa memetik pelajaran apa yang harus dan jangan sampai dilakukan! Insya Allah, dari ketidakberhasilan atau kesalahan pada masa lalu, terbentang kesusksesan di masa yang akan datang.

Dan hari ini adalah masa depanku..
Belajar dari kesalahan ku hari kemarin..
Aku berusaha menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Apapun yang aku buat pada hari ini, merupakan masa depan ku. Karena itu, kerjakan segala hal yang baik dan positif, karena hal positif akan membuka jalan yang lebih baik.

Sedangkan esok, adalah kehidupan yang tak pasti.
Apakah kita masih hidup ataupun tidak. Karena, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.
Kita, manusia, hanya bisa merencanakan sedangkan keputusan tetap ada di tangan Allah SWT.

Ya.. Alloh berikan lah aku kesabaran, keikhlasan dan keyakinan pada hari ini aku bisa lebih baik dari hari kemarin... Amiin..

"Semakin kuat kita mencoba untuk melupakan masa lalu, maka semakin kuat pula masa lalu menghantui kita, berdamailah dengannya dan kita akan tenang menghadapi masa depan".

Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran..
Ingatlah setiap orang suci punya masa lalu. Setiap pendosa punya masa depan.

Sabtu, 04 April 2015

Mama dan Babeh : I love u 4ever..

Makasi beh n ma.. atas semua wejangannya..
Nasehat mu membuat aku tegar dan sabar..
Hampir setiap pagi kau menelpon hanya untuk menenangkan dan memotivasi hidup ku.
Agar aku segara menyelesaikan semua masalahku, jangan pernah menyerah nak...
Selalu peduli pada kesehatan mu..
Selalu fokuskan pada pendidikan yang sebetar lagi akan kau raih.

Sabarlah nak.. pertahankan niat baik mu..
Niat untuk mempertahankan keluarga mu, sampai takdir jodoh mu menjawabnya..
Ikhlaskan nak jika memang sudah tak bisa lagi dipertahankan.. jangan pernah menyesali apa yang telah kau perjuangkan. Mungkin semua sudah menjadi garisan takdir mu nak..
Tapi Jangan pernah pasrahkan takdir mu.. terus berjuang untuk kebaikan keluarga mu
Tetap selalu bahagiakan anak n istrimu.. jangan pernah benci atau dendam jika memang harus terjadi.

Jangan pernah menyerah untuk berniat baik pada keluarga mu..
Lihatlah anak mu yang yang menggemaskan itu..
Jadikan motivasi sebagai penguat dan semangat agar keluarga ini utuh..
Hadirkan rasa cinta dan sayang itu..
Mama n babeh akan selalu mendoakan mu yang terbaik na..

Itulah sedikit wejang dari kedua orang mulia.. yang tak pernah bosan dan berkurang dalam menyayangi ku.
Makasi mama n babeh..
kau selalu ada di saat anak mu ini sedang bersedih..
Kau selalu hadir disaat anak mu ini sedang kesusahan dan kebingungan.
Engkaulah yang selalu menenagkan ku..
Engkaulah yanh selalu memotivasi ku..

Tak pernah aku melihat aura kebencian mu..
Walaupun kau di caci atau di benci..
Kau selalu sabar dan selalu tegar.. tak pernah menghiraukannya.
Kau selalu tenang dan lebih baik tak meladeninya.

Maafkan anaku mu ini.. selalu merepotkan mu..
Aku belum bisa membahagiakan disisa usia mu.
Maafkan putra mu ini..
aku belum bisa membanggakan mu mak-beh..
tapi aku akan selalu berusaha untuk membuat mu bahagia n bangga punya putra seperti ku.

terima kasih sudah merawat ku sampai sebesar ini..
Takan ada yang bisa membalas atau menandingi semua jasa-jasa mu wahai kedua orang mulia.
Sekali pun nyawa ku sebagai taruhannya..

Terima kasih dan syukur ku tuhan.. engkau telah menghadirkan kedua orang mulia ini dalam setiap nafasku..
Tuhan aku memohon dengan doa kepada mu..
Sehatkan dan panjangkanlah usia kedua orang tua ku.
Bahagiakanlah mereka di sisa hidupnya..
Tenangkan lah jiwa dan batinnya dan
Ampunilah segala dosanya..Amiin

Maksi mama..
Makasi babeh..
Aku bahagia dan bangga punya orang tua seperti mu.

Anak mu,
Yana Mulyana


Kamis, 29 Januari 2015

Kerinduan Akan My Cintaku, Putri Cantiku.


Aii,, Aii,, Aii, itulah yang tedengar dalam gendang telingaku saat aku menelponnya.
Hati ini seakan rapuh saat mendengarkan suara itu, mataku seakan berkaca-kaca membayangkan raut mukanya yang polos, lucu dan menggemaskan mencari ayahnya yang seolah tak berwujud.
 
Ya,, lagi aku selalu kangen sama buah hatiku tercinta. Anaku yang selalu membuat saya dan keluarga ku selalu bisa tersenyum bahagia dengan tingkah lakunya dan bersedih saat buah hati ku terdiam karena sakit.
Hidup jauh diperantauan, jauh dari anak itu hal paling sangat berat. 
 
Waktu berjalan dan berganti dengan sendirinya dan akupun tidak begitu mempedulikannya. Selalu mencoba mengsisi hari dengan rasa rindu yang selalu menyiksaku.
 
Kerinduan akan dirimu membuatku terdiam dalam kebisuan dan bayang-bayangmu selalu setia menemaniku dalam malam tanpa bintang,,
 
Sampai semalam ini aku masih merindukannya dan memikirkannya. Aku tak lelap, aku terus pandangngi wajah putriku yang mungil, lucu dan menggemaskan. Tak pernah ada sedikitpun perasaan bosan untuk memandangi mu, walaupun  hanya sebuah poto kecil yang tergambar dilayar Hp
.
“Cinta”. Betapa abi ni merindukan mu nak….
 
Sedang apakah kau disana..? Bermainkah..? Belajarkah bersama umi mu..? atau kau sudah tertidur cantik..?  Abi tau,,, kau rindukan abi juga kan dalam setiap waktu mu? Sebagaimana abi sangat merindukanmu dan berharap selalu bisa menemanimu setiap saat.
 
Memang,,. “waktu seakan teramat kejam memisahkan kebersamaan kita untuk sementara, namun dibalik semua ini rasa kangen ini akan menjadi sebuah keindahan dan kebahagiaan disaat pertemuan kita nanti.
 
Tetaplah tersenyum My Cintaku.. terawalah, berbahagialah dan jangan pernah menyerah untuk selalu belajar dan belajar agar bisa menghadapi kesulitan-kesulitan hidup mu kelak.
 
Biarlah untuk sementara hanya angin dan burung-burung yang menyampaikan pesan kerinduan untukmu.
Biarlah abi lawan ini semua,,”. Sabarkahlah dirimu untuk menanti saat-saat kebersamaan kita nantinya.
 
Hapus kesedihanmu, hapus air matamu..” Abi yakin Umi akan membimbingmu dalam setiap detiknya untuk bisa melewati jalan-jalan berbatu itu anaku, hingga Abi dan Umi-mu yakin kau akan mampu melewatinya.
 
Tetap yakinlah hidup ini memang begitu indah dan berarti, nikamtilah dan rakanlah indahnya hari-harimu,, jangan kau mengisinya dengan kesedihanmu. Biarlah kebahagian dan kecerianmu menceritakan semua pengalamanmu anaku, dan kelak semua akan tau aakan dirimu.
 
Abi yang ada jauh darimu selalu menacari kesempatan untuk segera pulang menemuimu, menciummu dan menggendongmu. 
 
Hanya butuh waktu saja akan kebersamaan kita untuk menari-nari bersama bayang-bayangmu berharap dapat mengusir kesepian hati akan mu.
 
Tanpa terasa, pagi sudah mulai sedikit menyingkirkan malam dan Maaf  Abi belum juga bisa pulang menemuni mu.
 
 
Cilegon, 29/01/2015 Pkl. 02:30 WIB – ( Waktu Indonesia Banten )

Minggu, 18 Januari 2015

Malamku : Misteri Bandrek dan si Bapa Tua

Cilegon, 18 jan. Subuh ku terbangaunkan oleh teriakkan ayam-ayam jantan di samping kosan ku, seolah-olah sudah menjadi alarm hidupku selama saya ngekos disini (jombang kali, Cilegon). Seperti biasa rutinitas di susbuh mencekam adalah ibadah sholat subuh, Ngaji selembar dua lembar, hulang-huleng sambil dengerin musik atau bobokeun deui,,hehe. Tapi disubuh ini tumben-tumbenan ni abis menghadapkan diri dan berkeluh kesah dengan sang maha kuasa. Dalam diri saya ada kekuatan dan semangat buat sedikit mengeluarkan khayalan ku kedalam sebuah tulisan, ya lumayan buat Menuhin blog saya…hahaha.

Berandai-andai dengan duniawi, bekelik dengan kehidupan pagi yang sedang kujalani, Seolah hanya saya yang mengalaminya indahnnya saat menantikan terbitnya sang mentari pagi. Sayang disetiap terbitnya mentari tak ada yang menemaniku sekali pun seonggok teh, kopi atau susu panas. Seakan traagis dengan keterasingan ku, saya mencoba mensyukurinya.

Teringat  tadi malam saya sedang duduk disebuah warung tenda kecil yang menjual minuman berenergi “BANDREK” dan makanan ringan. Susana tampak seperti biasanya,,ada suara tawa, keheningan yang menyelimutiku, mamang bandrek  yang meracik ramuan jitunya bak seorang bartender handal dan si bibi menjajakan barang dagangannya. Saya bersama beberapa cemilan ringan dan segelas bandrek yang menemani saya saat sedang jiwa ini gundah menunggu datang pagi.

Setelah meneguk sedikit cita rasa bandre tersebut, kemudian bapak kecil berwajah aneh di depan saya  menghampiriku dengan senyum kebahagiannya dan bertanya,  ade sudah lama disini ? Ade sehat ? Kapan pulang ke bandung ? Mendengar pertanyaan nya saya kaget. Saiapa bapak ini? Kok langsng tau saya dari bandung  padahal saya belum pernah melihatnnya. Tapi saya tetep menjawab pertanyaanya. Kemudian si bapa itu melihat segelas air bandrek yang saya pesan dan bertanya itu punya ade? Ya,,saya katakan, saya beli disana. Dengan anggukan dan senyuman dari bapak tersebutpun menutup perbincangan kami dengan kalimat “ jangan terlalu dipikirin, sabar saja. Tunggu waktunya”. 

Mendengar kalimat itu  jadi bingung apa maksudnya dan siapa bapak mistery itu? Sambil membolak-balik Hp menunggu pesan/ tlp msuk dari kasih ku? diri saya masih merasa ada keanehan dari perbincangan tadi? huhhh,,,merasa lelah dan mulai memandang kesana-kesini, kutatap masih ada didepanku bapak tadi dengan duduk membellakangiku. Di tengah-tengah usaha saya untuk menyegarkan diri tersebut kemudian saya mendengar ijin pamit dari bapakmisterius itu kepada para penikmat badrek dan mamang yang punya warung badrek tersebut, “mau muter-muter dulu” katanya. Kulihat beliau mengangkut beberapa kantong plastik dan tas yang mengantung dipundah dan pinggangnya, yang sebenarnya tidak cukup untuk di bawa sendiri oleh beliau.

Terlalu banyak barang berharga yang dibawanya memaksa bapak tersebut untuk meletakan beberapa barang diatas kepalanya, setelah himpitan diantara kedua tangan dengan badannya (di bawah ketiak) sudah terpakai untuk barang yang lain. Sudah pasti kedua belah tangannya sudah penuh terpakai. Entah apa yang dibawanya?

Kemudian sembari berdiri bapak tersebut berbisik “astafirughlah al azim.. Demi sesuap nasi…!!”

Saya terperangah dalam bisikannya itu saya mendengar teriakan rasa lelah, teriakan rasa lapar, jeritan rasa penderitaan, rasa cinta dan kasih demi keluarga, sebuah rasa kehormatan sebagai kepala keluarga. Masih dengan perasaan terharu, saya terus memperhatikan sang bapak tadi yang sedang berjalan sedikit membungkuk karena barangnya yang memebuhi tubuhnya.

Diam dan masih dengan suara bisikanya tersebut terdengar seperti teriakan di kepala saya. Bisikan yang mungkin sebenarnya untuk memotivasi dirinya sendiri, tetapi terasa begitu berarti di dalam kepala saya. Betapa tulus perjuangan untuk keluarganya. Rasa lelahnya di tepiskan dengan bisikan tersebut.  Bapak tersebut masih ada di dalam penglihatan saya dan terus berjalan menjauhi saya menuju ujung lorong gelap dan kemudian berbelok. Saya masih kagum dengan semangat juang dan ketulusan dalam menjalani hidupnya walaupun sudah tak semuda dulu. sempat muncul rasa menyesal dengan pertanyaannya tadi? Mungkin dia sedang lapar, kehausan dan kedinginan dengan  rasa lelahnya , setidaknya saya bisa membantunya dengan keterbatasan saya membelikannya sebuah minuman / makannan untuk mengobati senyum kebahgiannya.

Sayangnya saya hanya menatapinya dengan aneh, kemudian saya berpikir lagi dengan kehebatannya menebak kegundahan dalam diri saya? Seolah dia tau masalah saya! Dengan kebodohan dan rasa meyesal saya kenapa tidak saya sambut dengan segelas air  dan makanan untuk menghargai rasa terimakasihku akan pelajaran hidup yang telah diberikannya.

entalah,,jika saya melakukan hal tersebut, apakah saya menghargai perjuangan beliau. Lalu bagai mana dengan orang-orang di luar sana? Yang dalam usia produktif memilih untuk mengamen di jalanan, mengemis, di dalam usia produktifnya memilih hangout bersama teman-teman untuk menghambur-hamburkan uang semata demi kesenangan duniawi, di dalam usia produktifnya menggunakan narkoba, di dalam usia produktinya melakukan tindakan kriminal, di dalam usia produktifnya duduk di dalam sebuah posisi bagus didalam suatu perusahaan atau instansi pemerintah yang kemudian melakukan tindakan korupsi, dan lain-lain.

Bertanya pada keadailan? Apakah hidup ini seadil itu? Ya, saya rasa itu sangat adil. Bukan, bukan karena ketimpangan tingkat sosial dan ekonominya. Tetapi kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Seletih apapun bapak tersebut berjuang mungkin hasilnya akan selalu manis untuk keluarganya, beliau dapat tertidur pulas di dalam kelelahannya yang seharian kerja dangan nyaman, dan bersemangat untuk bangun juga meneruskan kembali perjuangannya di dalam hari berikutnya. Berbeda dengan orang-orang yang saya bandingkan dengan bapak tadi, mereka hidup di dalam kesemuan, mereka menjadi duri bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka hidup untuk terus berada didalam ketakutan, ketakutan untuk tidak mendapatkan narkoba, ketakutan untuk berjuang sehingga menghalalkan segala cara, dan segala ketakutan lainnya untuk dapat hidup dengan tenang dan berusaha dengan tulus untuk dirinya dan keluarganya yang lain.

Bisikan itu… “astafirughlah al azim.. demi sesuap nasi…”” telah menginspirasi saya untuk tulus dalam perjuangan saya. Terimakasih bapak misterius yang hebat.

semoga kita bertemu lagi,,,:)