
Aii,,
Aii,, Aii, itulah yang tedengar dalam gendang telingaku saat aku menelponnya.
Hati
ini seakan rapuh saat mendengarkan suara itu, mataku seakan berkaca-kaca
membayangkan raut mukanya yang polos, lucu dan menggemaskan mencari ayahnya
yang seolah tak berwujud.
Ya,,
lagi aku selalu kangen sama buah hatiku tercinta. Anaku yang selalu membuat
saya dan keluarga ku selalu bisa tersenyum bahagia dengan tingkah lakunya dan
bersedih saat buah hati ku terdiam karena sakit.
Hidup
jauh diperantauan, jauh dari anak itu hal paling sangat berat.
Waktu
berjalan dan berganti dengan sendirinya dan akupun tidak begitu
mempedulikannya. Selalu mencoba mengsisi hari dengan rasa rindu yang selalu
menyiksaku.
Kerinduan
akan dirimu membuatku terdiam dalam kebisuan dan bayang-bayangmu selalu setia
menemaniku dalam malam tanpa bintang,,
Sampai
semalam ini aku masih merindukannya dan memikirkannya. Aku tak lelap, aku terus
pandangngi wajah putriku yang mungil, lucu dan menggemaskan. Tak pernah ada
sedikitpun perasaan bosan untuk memandangi mu, walaupun hanya sebuah poto kecil yang tergambar
dilayar Hp
.
“Cinta”.
Betapa abi ni merindukan mu nak….
Sedang
apakah kau disana..? Bermainkah..? Belajarkah bersama umi mu..? atau kau sudah
tertidur cantik..? Abi tau,,, kau
rindukan abi juga kan dalam setiap waktu mu? Sebagaimana abi sangat
merindukanmu dan berharap selalu bisa menemanimu setiap saat.
Memang,,.
“waktu seakan teramat kejam memisahkan kebersamaan kita untuk sementara, namun
dibalik semua ini rasa kangen ini akan menjadi sebuah keindahan dan kebahagiaan
disaat pertemuan kita nanti.
Tetaplah
tersenyum My Cintaku.. terawalah, berbahagialah dan jangan pernah menyerah
untuk selalu belajar dan belajar agar bisa menghadapi kesulitan-kesulitan hidup
mu kelak.
Biarlah
untuk sementara hanya angin dan burung-burung yang menyampaikan pesan kerinduan
untukmu.
Biarlah
abi lawan ini semua,,”. Sabarkahlah dirimu untuk menanti saat-saat kebersamaan
kita nantinya.
Hapus
kesedihanmu, hapus air matamu..” Abi yakin Umi akan membimbingmu dalam setiap
detiknya untuk bisa melewati jalan-jalan berbatu itu anaku, hingga Abi dan
Umi-mu yakin kau akan mampu melewatinya.
Tetap
yakinlah hidup ini memang begitu indah dan berarti, nikamtilah dan rakanlah
indahnya hari-harimu,, jangan kau mengisinya dengan kesedihanmu. Biarlah
kebahagian dan kecerianmu menceritakan semua pengalamanmu anaku, dan kelak
semua akan tau aakan dirimu.
Abi
yang ada jauh darimu selalu menacari kesempatan untuk segera pulang menemuimu,
menciummu dan menggendongmu.
Hanya
butuh waktu saja akan kebersamaan kita untuk menari-nari bersama
bayang-bayangmu berharap dapat mengusir kesepian hati akan mu.
Tanpa
terasa, pagi sudah mulai sedikit menyingkirkan malam dan Maaf Abi belum juga bisa pulang menemuni mu.
Cilegon,
29/01/2015 Pkl. 02:30 WIB – ( Waktu Indonesia Banten )








0 komentar:
Posting Komentar