Kamis, 29 Januari 2015

Kerinduan Akan My Cintaku, Putri Cantiku.


Aii,, Aii,, Aii, itulah yang tedengar dalam gendang telingaku saat aku menelponnya.
Hati ini seakan rapuh saat mendengarkan suara itu, mataku seakan berkaca-kaca membayangkan raut mukanya yang polos, lucu dan menggemaskan mencari ayahnya yang seolah tak berwujud.
 
Ya,, lagi aku selalu kangen sama buah hatiku tercinta. Anaku yang selalu membuat saya dan keluarga ku selalu bisa tersenyum bahagia dengan tingkah lakunya dan bersedih saat buah hati ku terdiam karena sakit.
Hidup jauh diperantauan, jauh dari anak itu hal paling sangat berat. 
 
Waktu berjalan dan berganti dengan sendirinya dan akupun tidak begitu mempedulikannya. Selalu mencoba mengsisi hari dengan rasa rindu yang selalu menyiksaku.
 
Kerinduan akan dirimu membuatku terdiam dalam kebisuan dan bayang-bayangmu selalu setia menemaniku dalam malam tanpa bintang,,
 
Sampai semalam ini aku masih merindukannya dan memikirkannya. Aku tak lelap, aku terus pandangngi wajah putriku yang mungil, lucu dan menggemaskan. Tak pernah ada sedikitpun perasaan bosan untuk memandangi mu, walaupun  hanya sebuah poto kecil yang tergambar dilayar Hp
.
“Cinta”. Betapa abi ni merindukan mu nak….
 
Sedang apakah kau disana..? Bermainkah..? Belajarkah bersama umi mu..? atau kau sudah tertidur cantik..?  Abi tau,,, kau rindukan abi juga kan dalam setiap waktu mu? Sebagaimana abi sangat merindukanmu dan berharap selalu bisa menemanimu setiap saat.
 
Memang,,. “waktu seakan teramat kejam memisahkan kebersamaan kita untuk sementara, namun dibalik semua ini rasa kangen ini akan menjadi sebuah keindahan dan kebahagiaan disaat pertemuan kita nanti.
 
Tetaplah tersenyum My Cintaku.. terawalah, berbahagialah dan jangan pernah menyerah untuk selalu belajar dan belajar agar bisa menghadapi kesulitan-kesulitan hidup mu kelak.
 
Biarlah untuk sementara hanya angin dan burung-burung yang menyampaikan pesan kerinduan untukmu.
Biarlah abi lawan ini semua,,”. Sabarkahlah dirimu untuk menanti saat-saat kebersamaan kita nantinya.
 
Hapus kesedihanmu, hapus air matamu..” Abi yakin Umi akan membimbingmu dalam setiap detiknya untuk bisa melewati jalan-jalan berbatu itu anaku, hingga Abi dan Umi-mu yakin kau akan mampu melewatinya.
 
Tetap yakinlah hidup ini memang begitu indah dan berarti, nikamtilah dan rakanlah indahnya hari-harimu,, jangan kau mengisinya dengan kesedihanmu. Biarlah kebahagian dan kecerianmu menceritakan semua pengalamanmu anaku, dan kelak semua akan tau aakan dirimu.
 
Abi yang ada jauh darimu selalu menacari kesempatan untuk segera pulang menemuimu, menciummu dan menggendongmu. 
 
Hanya butuh waktu saja akan kebersamaan kita untuk menari-nari bersama bayang-bayangmu berharap dapat mengusir kesepian hati akan mu.
 
Tanpa terasa, pagi sudah mulai sedikit menyingkirkan malam dan Maaf  Abi belum juga bisa pulang menemuni mu.
 
 
Cilegon, 29/01/2015 Pkl. 02:30 WIB – ( Waktu Indonesia Banten )

0 komentar:

Posting Komentar