Senin, 18 Agustus 2014

Kenapa Ateis Sering Dicap Komunis?

 

Kenapa ateis sering dicap komunis?

Jawaban:
Ateisme tidak sama dengan komunisme. Ateisme adalah ketidakpercayaan terhadap keberadaan Tuhan dalam hal ini Tuhan personal, Sang Maha Pencipta, dan Maha Berkehendak. Sementara komunisme adalah ideologi ekonomi politik. Oleh karena itu, tidak semua ateis adalah komunis dan tidak semua komunis adalah ateis.
Seorang ateis bisa saja memiliki pandangan liberal, sekuler, kapitalis, atau juga komunis. Sementara itu, walaupun mungkin sebagian besar komunis adalah ateis, ada banyak orang beragama atau teis yang menganut komunisme sebagai ideologi ekonomi politiknya, di Indonesia contoh yang terkenal adalah Haji Misbach, sementara di India komunisme bukan hanya dirangkul, tetapi juga dipimpin oleh muslim, sementara di Amerika Latin, komunisme/marxisme mempengaruhi ajaran Katolik sehingga terbentuklah Teologi Pembebasan.
Komunisme adalah paham yang menolak kepemilikan barang pribadi dan beranggapan bahwa semua barang produksi harus menjadi milik bersama. Ini bertujuan agar tidak ada hirarki buruh-pemilik modal karena sistem kapitalis cenderung mengeksploitasi manusia.
Komunisme memiliki keberpihakan yang sangat tinggi terhadap rakyat miskin, yang disebut sebagai proletar, dan menolak kapitalisme yang dianggapnya adalah penghisapan manusia atas manusia. Itulah kenapa PKI pada masanya mampu menjadi partai terbesar ketiga di Indonesia. Rakyat Indonesia yang mayoritas adalah rakyat miskin di negara yang baru lepas dari penjajahan mendukungnya, dan itu sama sekali tidak berhubungan dengan ateisme.
Salah satu penyebab dihubung-hubungkannya ateisme dengan komunisme, mungkin adalah kata-kata Karl Marx, “Agama adalah candu bagi massa rakyat.” Hal lain yang sering diingat adalah syair lagu Internationale–lagu mars komunis internasional–yang berbunyi, “Tiada maha-juru-s’lamat/Tidak Tuhan atau raja.” Kesan bahwa komunisme itu bukan hanya ateis tapi juga anti-teis bisa jadi disebabkan tindakan represif terhadap kehidupan beragama yang banyak terjadi di negara-negara komunis.
Namun demikian, perlu diingat, pemberangusan di negara komunis bukan hanya ditujukan pada kelompok agama, melainkan juga pada kelompok liberal, pendukung demokrasi multipartai, serta kaum oposisi dan pembangkang.
Anti-teis dan ateis tidak tepat disandangkan pada komunisme/ marxisme. Yang lebih tepat sebetulnya adalah bahwa komunisme/marxisme anti agama. Lebih tepat lagi, anti struktur kekuasaan agama yang sengaja dipelihara disamping kekuasaan raja untuk melemahkan daya kritis dan daya juang rakyat melawan tirani. Persisnya yang dilawan oleh komunisme adalah struktur kekuasaan agama dalam pemerintahan dan kehidupan politik sebagai alat kontrol (melalui mekanisme obat bius/candu pengurang rasa sakit bagi penderitaan dan kemiskinan) rakyat.
Di Indonesia, cap ateis pada komunis dan sebaliknya adalah hasil dari propaganda rejim Orde Baru yang ingin melenyapkan partai besar dan jutaan pendukungnya tersebut secara instan dan dalam jangka panjang. Guna mendapatkan dukungan kelompok agama, maka rejim Orde Baru mempropagandakan bahwa komunis adalah ateis, musuh agama, sehingga mereka harus diberantas dari bumi Indonesia. Lebih dari satu juta orang dibunuh, jutaan lainnya dirampas harta benda dan hak-hak sipilnya, dipenjara tanpa pengadilan, dibuang ke Pulau Buru akibat kampanye antikomunis di tahun 60-an ini.
Tan Malaka atau Haji Misbach beragama. Tan Malaka adalah muslim yang saleh. Tan malaka adalah anggota Partai Sarekat Islam, dan sebagian anggota partai ini berpaham komunis, termasuk juga Semaun dan Tan Malaka, karena itu kelompok ini biasa disebut Sarekat Islam Merah. Sebagaimana Semaun, Tan Malaka pun juga muslim yang taat melakukan solat lima waktu, membaca alqur’an hampir tiap hari (dia kecilnya dipesantren, bukankah dia asli Padang yang secara tradisi adalah penganut islam yang taat?).
Juga jangan lupakan Haji Misbach, seorang kyai komunis dari Surakarta, juragan batik sukses yang menguasai ilmu tafsir alqur’an dan kitab kitab kuning.
Jadi islam dan komunis bisa dianut sekaligus oleh satu orang, karena sejatinya memang tidak bertentangan.

Minggu, 10 Agustus 2014

Serba-Serbi Khalifah Israeliyan ISIS


Sayyidina Ali Radhiallahu ‘anhu memberikan suatu informasi penting yang patut menjadi pegangan dan renungan kita terutama saat banyaknya kemunculan aliran radikal penuh brutal yang mengaku pendukung khilafah :

“Jika kalian melihat bendera hitam, maka bertahanlah di bumi. Jangan gerakkan tangan dan kaki kalian. Kemudian akan muncul kaum lemah yang lemah tidak dihiraukan (rendahan). Hati mereka seperti batangan baja (kaku, keras). Mereka  (mengaku) pemegang daulah (Islamiyyah). Mereka tidak menepati janji dan kesepakatan. Mereka mengajak kepada kebenaran sedangkan mereka bukan orang yang benar. Nama mereka menggunakan kunyah dan nisbat mereka menggunakan nama daerah. Rambut mereka terurai seperti wanita, hingga mereka berselisih diantara mereka. Kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada yang Allah kehendaki” (Riwayat Abu Nuaim. Kanz al-Ummal 11/283)

Peringatan sayyidina Ali ini, telah semakin mengungkap kebenarannya dengan fenomena brutal yang ada
pada kelompok Daulah Islamiyyah Irak dan Syam (ISIS) saat ini. Semua ciri dan sifat di atas terdapat pada ISIS dan yang sejenisnya.

1. Bendera Hitam : Sudah masyhur mereka menggunakan bendera hitam, mungkin mereka mengira akan menjadi pengikut imam Mahdi yang membawa bendera hitam di akhir zaman saat kemunculannya nanti, dan juga kelompok lainnya (semisal Hizbuttahrir dll) yang juga menggunakan bendera hitam dengan tujuan dan harapan yang sama. Justru sebaliknya mereka akan menjadi kelompok yang diperingatkan oleh imam Ali di atas. Menjelang kehadiran imam Mahdi banyak kelompok membuat bendera hitam dengan tujuan menjadi pembela imam Mahdi, padahal kenyataannya justru sebaliknya, sebagaimana dikatakan oleh al- Hafidz Ibnu Katsir :

“Hadis (kemudian mencul bendera hitam). Ibnu Katsir berkata: “Bendera hitam ini bukanlah bendera yang dibawa oleh Abu Muslim al-Khurasani yang kemudian mengganti dinasti Bani Umayyah, namun bendera hitam yang lain, yang akan datang mengiringi kedatangan al-Mahdi” (Hasyiah as-Sindi 7/446)
Semoga kita tidak termasuk pengikut mereka para pengusung bendera hitam palsu.
Solusi : Imam Ali menasehati kita agar kita jangan menggerakan tangan (berbai’at) kepada mereka dan jangan menggerakan kaki (beranjak mengikuti) mereka. Kita harus bersabar hingga yakin imam Mahdi benar-benar telah keluar dan dibai’at oleh kaum muslimin Ahlus sunnah wal Jama’ah.

2. Kaum Lemah yang tidak dihiraukan : Meskipun organisasi mereka tertata dan terstruktur, namun keberadaan mereka tidak akan dihiraukan mayoritas umat muslim yang sejak lama berpegang teguh dengan manhaj Ahlus sunnah wal Jama’ah khususnya Indonesia. Mereka hanya akan berkuasa di daerah-daerah yang sudah dikuasinya. Namun demikian, kita wajib waspada dari kejahatan dan makar yang mereka rencanakan.

3. Hati mereka seperti batangan baja : Hati mereka kaku dan keras, tanpa rasa kasihan mereka brutal membunuh kaum muslimin yang tidak sepaham dan tidak mendukung mereka, bahkan menyembeleh kepala-kepala para tokoh muslim dari berbagai kalangan. Bahkan baru-baru ini ISIS mempublikasikan sebuah video yang menunjukkan kekejaman mereka. Video yang diuploud via youtobe dan live leak tersebut menunjukkan setidaknya ada 15 kepala manusia yang digantung disebuah pagar runcing. Kepala manusia yang mengenaskan itu digantungkan di leher dan di mulut sedangkan tubuhnya bergeletakan di bawanya. Narator yang memandu video tersebut mengatakan bahwa kepala yang digantung tersebut adalah kepala tentara-tentara Suriah yang tewas saat perang dengan mereka.

4. Mereka (mengaku) pemegang Daulah Islamiyyah : Ciri ini sangat kentara dan nyata bagi mereka. Lihat mereka sendiri pun menamakan kelompoknya dengan kelompok Daulah Islamiyyah di Irak dan Syam (The Islamic State in Iraq and al-Sham; ISIS).

5. Mereka tidak menepati janji dan kesepakatan : Diketahui bahwa ISIS sering melakukan pelanggaran janji dan kesepakatan. Dr. Al Mis'ari memiliki kajian terinci tentang kisah-kisah ingkar janji dan pembatalan kesepakatan sepihak mereka, bagaimana mereka menghabisi nyawa delegasi pihak lain dan juga para tamu.

6. Mereka mengajak kepada kebenaran sedangkan mereka bukan orang yang benar : Misi visi mereka seolah mengajak kepada Islam yang benar dengan memaksa muslim lainnya masuk dan berbagung dengan khalifah mereka. Mengajak untuk menegakkan tauhid yang benar, sehingga mereka banyak menghancurkan kubah dan makam para ulama dan wali di berbagai tempat. Namun sebenarnya mereka dalam kebathilan. Dalam pemahaman yang sesat karena tidak mengikuti pemahaman para ulama
yang haq, sehingga mereka jauh dari kebenaran.

7. Nama mereka menggunakan kunyah : Pemimpin kelompok radikal ISIS ini nama depannya menggunakan kunyah (Abu) yakni Abu Bakar al-Baghdadi. Bahkan hampir seluruh pendukung dan prajuritnya menggunakan kunyah seperti Abu Yasin al-Muhajiri, Abu Muhamamd al-Julani dan lainnya.

8. Nisbat mereka menggunakan nama daerah : Abu Bakar al- Baghdadi nisbat daerah Baghdad, Abu Muhammad al-Julani nisbat daeraj Jaulan dan semisalnya.

9. Rambut mereka terurai seperti wanita : Subhanallah, rata-rata kelompok seperti ini, rambutnya mereka gondrong dan terurai seperti rambut wanita.

10. Hingga mereka berselisih diantara mereka : Subhanallah ini pun nyata pada mereka. ISIS yang pada awalnya dalam bendera Jabhah an-Nushrah, akhirnya terjadi pertikaian pahit sesama mereka atas perbedaan ideologi dan strategi masing-masing, bahkan kekuatan-kekuatan militer yang aktif dan sejenis dengan mereka baik di Iraq, Syam dan Suriah juga tercerai berai merasa kelompok mereka paling berhak dan paling benar untuk diikuti, hal ini sudah umum diketahui publik.

Tetapi yang menarik dalam drama dunia kali ini adalah kenapa negara-negara barat kompak menyatakan bahwa ISIS adalah kelompok teroris yg keji, sedangkan bukti-bukti mengarah bahwa ISIS adalah bentukan CIA dan Mossad ?
Apakah benar mereka ketakutan sehingga mengeluarkan statement berbahaya seperti halnya mereka mengeluarkan statemen yang sama kepada Al-qaeda yang notabene mereka terlibat dalam
kelahirannya ?
Di dunia intelijen ada konsep yang dinamakan dis-informasi, atau pengaburan informasi dari fakta yang
sebenarnya. Ada beberapa alternatif analisa dari beberapa perspektif.

1. Ini adalah cara lama negara barat untuk melakukan agenda besar, seperti halnya yang dilakukan George Bush jr dengan konsep "perang salib"nya kepada Al-qaeda. George Bush menjadikan Islam seabagi agama barbar dan patut diperangi, dengan terlebih dahulu melakukan pembunuhan karakter terhadap Islam melalui Al-qaeda, dan sekarang ISIS, untuk menjustifikasi niatnya.

2. ISIS melakukan kekejaman untuk disebarkan lewat media, dan media ikut membesarkannya. Sehingga akan muncul ketakutan yang sangat dan negara2 yg menjadi sekutu AS akhirnya memesan senjata utk melindungi diri. Dengan begitu AS mampu menahan krisis ekonominya dgn penjualan senjata
yang massif.

3. Dengan negara barat menyampaikan penolakannya terhadap ISIS, maka seolah2 ISIS adalah organisasi yang benar karena melawan barat. Ini akan memperkuat posisi ISIS sebagai "mujahidin" dimata muslim yang berotak wortel. Ini akan membuat muslim perang dengan muslim, dan AS kembali menjual senjata seperti yg biasa mereka lakukan pada negara2 Afrika.

4. Teror ISIS yang disebarkan dan dibesarkan melalui media barat, akan mengurangi fokus dunia Islam terhadap Gaza sehingga Israel bebas melaksanakan niatnya. ISIS sekarang menyerang Libanon, sehingga fokus Hizbullah terpecah antara melawan Israel dan ISIS.


Demikian serba-serbi daulah Islam yang bertolak belakang dengan Isalm yang sesungguhya, yang sesuai dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Mudah-mudah kita tidak terjebak dan buta mata+hati terhadap khalifah palsu ini..Semoga Alloh SWT selalu menampakan kebenaran dan keadilan didunia ini...Amiin.

Selasa, 05 Agustus 2014

Khilafah HTI Versus Khilafah ISIS

Hizbut Tahrir, salah satu kelompok yang juga menginginkan Khilafah, tetapi sampai saat ini mereka belum mampu mendirikannnya karena metode perjuangan mereka berbeda dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang lebih 'simpel'. Tetapi HTI sudah menyiapkan piranti lunaknya soal pemerintahan Khilafah. Perlu juga diketahui bahwa, ISIS (AQ) tidak memasukan Hizbut Tahrir sebagai bagian dari pejuang Khilafah.

ISIS ini menarik simpati "dunia jihadis" dengan memainkan isu didholimi oleh kelompok jihadis lainnya di Suriah, maka kini banjir dukungan. Kini dukungan terbaru untuk ISIS datang dari Sheikh Ma'mun Hatim, tokoh AQAP (Al-Qaeda in the Arabian Peninsula) yang basisnya di Yaman.
Dukungan AQAP pada ISIS membuat suporter ISIS di Indonesia bersuka-cita. Mereka meneriakkan; Baqiyah!! (Jayalah!) pendukung ISIS di Indonesia bagaimana soal posisi HTI menyikapi isu terkini gaungnya penegakan Khilafah oleh suporter ISIS?. (Baca terlebih dahulu : Bagaimana penyebaran Hizbut Tahrir diIndonesia?)

Kita bahas mulai dari kemelut bersenjata di Suriah dulu, dimana di situ kiprah ISIS berkibar dikalangan Salafi Jihadi. (Baca juga : Apa itu Salafi Jihadi?) Oke, posisi politik Hizbut Tahrir sebenarnya sudah jelas menyikapi kemelut yang terjadi di Suriah. Hizbut Tahrir memandang revolusi yang terjadi di Suriah itu adalah revolusi Islam, yang bisa menjadi cikal bakal tegaknya Khilafah. Hizbut Tahrir secara organisasi
memegang prinsip penegakan Khilafah melalui propaganda bukan senjata. Tapi siapa yang bisa menjamin simpatisan Hizbut Tahrir di lapangan mengikuti prinsip organisasinya? Kita tidak tahu. Sebenarnya banyak aktivis Hizbut Tahrir yang sudah tidak sabar menunggu tegaknya khilafah. Cita-cita menegakkan Khilafah hanya dari seminar ke seminar, talkshow, demo dan puncaknya kumpul-
kumpul di GBK.

Konferensi Khilafah Internasonal-HTI 2007Sebagian lagi aktivis Hizbut Tahrir putus asa dan diam-diam menerima demokrasi, mendirikan partai seperti di Tunisia atau nyalon DPR. Yang itu biarlah, kita abaikan saja.Yang kita waspadai adalah kemungkinan adanya migrasi aktivis Hizbut Tahrir menjadi suporter ISIS. Hizbut Tahrir menganggap mereka para petempur di Suriah yang melawan rezim adalah mujahidin pejuang Khilafah. Memang ISIS (Al Qaeda) tidak memasukkan Hizbut Tahrir sebagai kelompok pejuang Khilafah.

Kalau mau jujur, mereka ISIS harusnya 'berterima kasih' kepada Hizbut Tahrir karena telah melakukan sosialisasi & kampanye khilafah dimana-mana. Tidak sedikit orang menjadi korban hasutan politik Khilafah Hizbut Tahrir, termasuk di Indonesia. Orang yang dulunya tidak mengenal apa itu Khilafah, Hizbut Tahrir mengenalkannya, meskipun tidak berarti setuju dengan itu. Dalam suatu tandhim atau organisasi lazim ada faksi-faksi, saya yakin di tubuh Hizbut Tahrir juga ada faksi-faksi. Itu sudah 'sunnatullah'.

Andaikata Khilafah ditegakkan oleh kelompok non Hizbut Tahrir bagaimana sikap Hizbut Tahrir?
Hizbut Tahrir mengatakan siap membantu 'software' pemerintahan Khilafah. Dari sini kelihatan Hizbut Tahrir memang oportunis. Dan Hizbut Tahrir di cap kelompok yang tidak mau berkeringat menegakkan khilafah. Cuma pencitraan saja. Hizbut Tahrir dituding hanya mengemis ditegakkannya khilafah kepada penguasa.

Kebanyakan publik mencibir mereka, para pegiat Khilafah seperti Suporter ISIS & HTI karena tidak solid | bagaimana mau menegakkan khilafah? Sebenarnya kalau soal tidak kompaknya mereka para pejuang khilafah, itu sudah terjadi di Suriah saat ini. Dan kalian tahu apa yang terjadi ketika mereka berseteru?.
Mereka Berperang!, dan warga yang menjadi korban. Bolehlah menyepelekan cita2 mereka; Khilafah itu tidak laku, tapi kita juga perlu waspada cara mereka bagaimana akan menegakkan Khilafah. Mereka ingin menegakkan khilafah dengan teror, dengan senjata di tangan dan bom di badan. Jangan sepelekan ini. Kita boleh saja cuek mereka mau meledakkan diri, tapi kalau di tengah kerumunan orang, di tengah
orang beribadah? Mereka mengebom gereja, mengebom vihara, bahkan mengebom masjid.
Apa harus menunggu itu terjadi?. Kritik. Aparat anti-teror lebih sering melakukan penindakan daripada pencegahan dalam memberantas terorisme. Seharusnya bibit terorisme seperti ini, segera dicegah mumpung masih berupa 'bibit' kalau nanti sudah jadi pohon susah tebangnya. Begitu juga sikap kita, terbukti ada kelompok di luar sana yang berusaha menegakkan Khilafah dengan senjata.

kelompok bersenjataBahkan kelompok yang ingin menegakkan Khilafah dengan senjata ini, sekarang jelas-jelas memiliki suporter di Indonesia. Sekarang mereka dalam tahap sosialisasi atas 'Proklamasi' ISIS (Islamic State of Iraq & Sham). Tapi liat sekarang, mereka aksi di dunia nyata dan tanpa beban. Dulu publik mencibir kelompok teroris di Aceh ini karena mukanya disamarin. muka disamarinTapi liat video teroris sekarang, mereka narsis bareng2 dan mengirim tantangan terbuka.
Ada pepatah Arab; "setiap sesuatu yang jatuh pasti ada yang memungut". Gagasan Khilafah memang tidak laku di sini, tapi pasti ada saja yang 'memungutnya'. Ibarat barang bekas di buang ke tong sampah pasti ada saja yang memulungnya.

Minggu, 03 Agustus 2014

Zionis Israel musuh Mujahidin? Teman Mujahilin ?

“Dalam seratus tahun terakhir, front terakhir dunia Islam [imperium Utsmani] jatuh dan kekuatan opresor dunia membentuk rezim penjajah Al Quds sebagai bridge-head untuk mempertahankan dominasinya didunia Islam. Bridge-head adalah istilah militer. Ketika dua divisi atau pasukan bertempur satu sama lain, jika satu pihak berhasil maju dan memecah front lawan, menduduki kawasan musuh, dan membangun benteng di sana untuk mempertahankan wilayah yang dikuasainya dan untuk menjadi markas dalam upaya ekspansi, maka itu kita sebut bridge-head. Negara penjajah ini [Israel] adalah bridge-head dari kekuatan opresor di jantung dunia Islam. Mereka membuat sebuah markas untuk memperluas dominasi mereka di seluruh dunia Islam. Tidak ada alasan lain dari pendirian rezim ini [Zionis] selain tujuan ini. [Karena itu] perjuangan yang terjadi diPalestina hari ini adalah garis depan dari konflik antara dunia Islam dan kekuatan opresor dunia. [dikutip dari buku Ahmadinejad on Palestine]

“Kekuatan opresor dunia” yang
dimaksud Ahmadinejad adalah
negara-negara Barat, AS dan
sekutunya. Namun, sesungguhnya,
orang-orang Zionis-lah yang
mendominasi pemerintahan negara-negara Barat itu.  Merekalah yang menguasai politik dan ekonomi di Barat, sehingga bisa menekan pemerintah untuk melakukan kebijakan yang menjauh dari kepentingan nasionalnya. Artinya, Barat mendedikasikan segala daya upaya demi Israel, bukan demi rakyatnya sendiri.

Dari Abu Hurairah ra,sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di
belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” [HR Muslim no. 2922, Imam Ahmad no. 27502 dan 10476, Bukhari no. 2926]

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bersabda: Kamu
sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Maka seharusnya umat islam bersatu dan jangan ragu lagi untuk melawan kekuatan zionis bengis ini.

Tetapi sayangnya umat Islam malah sibuk su’u zhon dan mengkafirkan sesama?
Si anu kafir musuh Allah....
Si Anu Syi’ah yg lagi taqiyyah...
Lalu Al Fatihahnya mau dikemanakan?
Nubuwat Nabi tidak akan terjadi kalau ummat Islam suka ribut terhadap sesama ketimbang
melawan Zionis Yahudi.

Ok.., Mari kita lihat Siapa Musuh Utama Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadits!
Setiap Sholat kita membaca Surat Al Fatihah. Di antara ayatnya:
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Al Faatihah 6-7]
Penjelasan Nabi atas Surat Al Fatihah yang biasa kita baca:
Hamad bin Salamah meriwayatkan
dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, "Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orangyang sesat.’

Demikian pula hadits yang diriwayatkan Sufyan bin Uyainah
dengan sanadnya dari Adi bin Hatim.
Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang orang-orang yang dimurkai, beliau bersabda, ‘Kaum Yahudi.’ Saya bertanya tentang orang-orang yang sesat, beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani.’

Menurut penafsiran ulama, orang yang dimurkai Allah adalah kaum Yahudi. Karena selain ingkar, mereka berusaha membunuh para nabi seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan juga Nabi Muhammad. Ada pun orang yang sesat adalah kaum Nasrani karena mereka tersesat oleh Paulus sehingga menyembah Yesus sebagai Tuhan
mereka.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani
tidak akan senang kepada kamu
hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata:
“Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:
Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil orang-
orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat
dengan kaum Yahudi dan Nasrani
yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:
“Maka kamu akan melihat orang-
orang yang ada penyakit dalam
hatinya (orang-orang munafik)
bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.”

Mudah-mudahan Allah akan
mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam
diri mereka.” [Al Maa-idah 52]

Peringatan Allah agar kita
mewaspadai Yahudi dan Nasrani
sebagai musuh yang utama itu adalah benar.
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka
menyukai apa yang menyusahkan
kamu. Telah nyata kebencian dari
mulut mereka, dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka
adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu
memahaminya.” [Ali 'Imran 118]

Jadi Apakah Yahudi dan Nasrani Bengis bukan musuh kalian wahai saudara muslim ?

Ingat Waktu Afganistan, Irak, Libya dan Syiah ditimpa fitnah Perang, orang2 atau ulama2 yang mengaku mujahid berbondong2 sambil menerikan ajakan JIHAD. Tanpa mereka cermati dan amati dulu siapa musuh mereka?

Sungguh ada satu hal yang mengherankan dari pernyataan para pendukung jihadis tersebut jika dicermati satu persatu di bumi Syam. ISIS vs FSA dan al-Nusra vs SAA, jika ditambahkan dengan Irak maka pertempuran yang terjadi adalah ISIS vs FSA dan al-Nusra vs SAA vs Tentara Irak vs Pejuang Sunni yang tidak berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Mengapa dari segala bentuk jihad yang mereka kobarkan di bumi Syam, tidak ada satupun jihadis yang terang-terangan menyatakan berjihad di Palestina yang telah dijajah puluhan tahun oleh Rezim Zionist Israel?

Apakah Israel bukan musuh bagi
mereka? Jika para jihadis ini memiliki tujuan yang sama yaitu menegakkan syariat Islam, mengapa diantara para pengusung khilafah ini saling bunuh satu sama lain? Jika mereka mencintai
Palestina, mengapa para jihadis ini
berperang dan mengacaukan negara justru yang merupakan musuh bebuyutan Israel?

Sungguh aneh #mujahidin#/ Mujahilin ini....

Bendera Hitam Itu ?! : Anatara Kebenaran atau Kerusakan !

Dari Abdullah bin Umar : Bahwasanya suatu ketika kami duduk-duduk di hadapan rosulullah memperbincangkan soal berbagai fitnah. beliau pun banyak bercerita mengenaiya. sehingga beliau juga menyebut fitnah ahlas. . maka seseorang bertanya, apa yang dimaksud fitnah ahlas? beliau
menjawab, "yaitu fitnah pelarian dan peperangan. kemudian fitnah sarra, kotoran atau asapnya berasal dari ahlul baitku. ia mengaku dariku padahal bukan dariku. karena sesungguhnya waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. kemudian manusia bersepakat pada seseorang seperti bertemunya pinggul di atas tulang rusuk. Kemudian fitnah duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali di hantamnya. jika di katakan ia telah selesai, maka ia justru berlanjut. Didalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari menjadi kafir. sehingga manusia menjadi dua kelompok. kelompok keimanan yang tidak mengandung kemunafikan. dan
kelompok kemunafikan yang tidak
mengandung keimanan. jika itu
sudah terjadi, maka tunggulah
kedatangan dajjal pada hari itu atau esok. (HR. Abu Dawud)

ISIS/ISIL/DAIISH mengatakan akan melakukan kekhalifahan mulai maghribi, Andalusia sampai Nusantara, berdar banyak kabar ISIS di sambut kelompok radikal Indonesia! Bahkan di Yaman ada kabar sudah berlangsung kekerasan ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham).

Mungkin munculnya ISIS yang mengklaim telah mendirikan khilafah dengan hadits berikut:

“Jika kalian melihat bendera hitam
telah datang dari arah Khurasan, maka datangilah. Sebab di sana ada khalifah Allah, yakni (Imam) al-Mahdi.” (HR. Ahmad dan al-Hakim dari Tsauban Ra.)

Tapi apakaha benar ISIS adalah pembawa kebenaran bagi umat islam? Sementara melihat perlakuan keji dan biadab mereka disetiap tempat yang mereka kuasai?? rasanya tidak mungkin!!

Kemunculnya bendera hitam tidak
hanya sekali, sebagaimana dikutip dari Ibnu Katsir:
“Hadits (kemudian muncul bendera
hitam), Ibnu Katsir berkata: “Bendera hitam ini bukanlah bendera yang dibawa oleh Abu Muslim al-Khurasani yang kemudian mengganti dinasti Bani
Umayyah. Namun bendera hitam yang lain, yang akan datang mengiringi kedatangan al-Mahdi.” (Hasyiyah as-Sindi juz 7 halaman 446).

Sekian abad yang silam Imam Ali telah memprediksikannya sebagaimana yang terekam dalam literatur hadist ahlus Sunnah wal Jama'ah, yakni dalam kitab Kanzul Ummal yang dihimpun oleh Ulama Besar Ahlus Sunnah yang bernama Al Muttaqi Al Hindi pada riwayat nomer 31.530.

"Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian ditempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakan tangan dan kaki kalian (artinya tetap tenang, jangan menyambut seruan mereka, jangan larut dalam euforia mendukung pasukan itu), kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan
imannya), tiada yang peduli pada
mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya hidayah), mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik negara/kekuasaan) "seperti saat ini ISIS telah mengumumkan berdirinya Daulah Islam di Iraq dan Syam), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran), namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah, rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan, jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan diantara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya". (HR. Abu Nuaim dalam Kanz al-Ummal juz 11 halaman 283).

Bahkan banyak ulama saat ini yang menyatakan bahwa ISIS adalah khawarij.

Jadi apakah bendera hitam ISIS merupan panji-panji datangnya kebenara?? Waspadalah,,,waspadalah,,,prilakunya bagaikan zionis israel yang membantai rakyat gaza yang tidak bersalah!!