Sabtu, 07 Juni 2014

Nikah Muda?? Atau Nikah Tua??



Haluuuuu,,,!! apa pendapat anda tentang nikah?
sebener nya nikah itu kan ibadah? trus gimana ceritanya kalau belum cukup mapan untuk nikah?Ga mau nikah?? Duh klo seluruh orang berfikir mapan,,kayaknya galau banget? Karena kalau harus mapan itu beda-beda pendapatnya!!  Jadi kalau nunggu mapan kapan mapannya ?? da mau nikahnya kapan??ma siapa??

Mau nikah muda, Emosi masih labil ekonomi blum cukup!!
Mau nikah tua-an dikit, kelamamaan,,kasihan ma pusakanya,,,nanti karatan lagi,,,J
Nikah = ibadah, Nikah = bawa rezeki', Percayalah dengan apa yang sudah disunahkan Rosul dan dijanjikan Alloh…walaupun  realitanya nikah itu butuh kesiapan mental dan finansial. Tapi harus yakin kalau nikah itu memang akan membawa/ membuka pintu  rizqi, karena dengan menyatukan dua kehidupan manusia, yang masing-masing manusia sudah dijamin dan ditentukan rizqinya.  Kalau selalu berpikir “untuk mencukupi kebutuhan hidup sendiri saja susah, masak tega menyusahin anak orang juga?”. Jawabannya berarti harus berusaha agar bisa mencukupi kebutuhan itu dan yang paling penting jika calonnya ikhlas menerima semuanya,,,kenapa harus takut nikah??
Memang Orang tua mana yang rela anak gadisnya yang susah payah dibesarkan lantas diserahin ke cowok yang tidak layak nikah dan tidak jelas masa depannya? Bisa stroke lihat anak gadis sendiri setelah nikah terpaksa ngemis di jalanan karena suami belum mampu menafkahi sekeluarga. Oleh karena itu, kaum perempuan bukalah mata lebar-lebar, jangan habiskan masa mudamu menemani cowok pemalas, tidak berpotensi dan tidak mau bangkit dari garis kemiskinan.
Kalaupun kendala untuk menikah hanya di finansial, jangan memberatkan untuk nikah mewah, cukup selembar surat nikah, pekerjaan mapan/ mau berusaha dan hunian nyaman saja sudah bisa hidup bahagia. Tapi kalau kendalanya untuk menikah adalah mental maka perbaiki mental kita dengan belajar agama!! Makanya dalam menikaha AGAMA menjadi pertimbangan utama, setelah itu iman dan keturunannya!! Karena ini yang akan memudahkan pintu rizqi terbuka lebar-lebar….
Jadi sebenarnya bukan urusan nikah muda atau tua, tapi kesiapan untuk menikah. Masalah finansial mungkin kalau tunggu mapan sekali ya bisa sudah tua baru nikah, lagipula relatif ya mapan itu bagi tiap orang. Setidaknya siap mental, dan finansial tidak parah-parah amat kalau masih bisa makan. Setidaknya sudah siap untuk biaya ngontrak rumah kalau memang belum punya rumah sendiri. Nikah akan ada aja rejekinya? Ya dan tidak.
Menikah membuka pintu  rizqi jika memang cowo yang bertanggung jawab, sesudah nikah akan lebih terpacu untuk cari uang demi menghidupi keluarga. Kalau yang tidak? Ya sama saja, dan akan menimpakan tanggungjawab pada istrinya. Jadi sifatnya ya memang kasuistis. Nikah karena kebelet urusan seks? Berarti belum benar-benar siap untuk menikah. Menikah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual semata. Jangan sampai menikah hanya demi legalisasi seks semata.

Demikian semoga bermanfaat,,silahkan komentarnya jika ada yang harus dikoreksi atau ada yang masih kurang …..

0 komentar:

Posting Komentar