Haluuuuu,,,!! apa pendapat anda tentang nikah?
sebener nya nikah itu kan ibadah? trus gimana ceritanya kalau belum cukup mapan
untuk nikah?Ga mau nikah?? Duh klo seluruh orang berfikir mapan,,kayaknya galau
banget? Karena kalau harus mapan itu beda-beda pendapatnya!! Jadi kalau nunggu mapan kapan mapannya ?? da
mau nikahnya kapan??ma siapa??
Mau nikah muda, Emosi masih labil ekonomi blum cukup!!
Mau nikah muda, Emosi masih labil ekonomi blum cukup!!
Mau nikah tua-an dikit, kelamamaan,,kasihan ma
pusakanya,,,nanti karatan lagi,,,J
Nikah = ibadah, Nikah = bawa rezeki', Percayalah
dengan apa yang sudah disunahkan Rosul dan dijanjikan Alloh…walaupun realitanya nikah itu butuh kesiapan mental
dan finansial. Tapi harus yakin kalau nikah itu memang akan membawa/ membuka
pintu rizqi, karena dengan menyatukan
dua kehidupan manusia, yang masing-masing manusia sudah dijamin dan ditentukan
rizqinya. Kalau selalu berpikir “untuk
mencukupi kebutuhan hidup sendiri saja susah, masak tega menyusahin anak orang
juga?”. Jawabannya berarti harus berusaha agar bisa mencukupi kebutuhan itu dan
yang paling penting jika calonnya ikhlas menerima semuanya,,,kenapa harus takut
nikah??
Memang Orang tua mana yang rela anak gadisnya yang
susah payah dibesarkan lantas diserahin ke cowok yang tidak layak nikah dan
tidak jelas masa depannya? Bisa stroke lihat anak gadis sendiri setelah nikah
terpaksa ngemis di jalanan karena suami belum mampu menafkahi sekeluarga. Oleh
karena itu, kaum perempuan bukalah mata lebar-lebar, jangan habiskan masa mudamu
menemani cowok pemalas, tidak berpotensi dan tidak mau bangkit dari garis
kemiskinan.
Kalaupun kendala untuk menikah hanya di finansial,
jangan memberatkan untuk nikah mewah, cukup selembar surat nikah, pekerjaan mapan/
mau berusaha dan hunian nyaman saja sudah bisa hidup bahagia. Tapi kalau kendalanya
untuk menikah adalah mental maka perbaiki mental kita dengan belajar agama!!
Makanya dalam menikaha AGAMA menjadi pertimbangan utama, setelah itu iman dan
keturunannya!! Karena ini yang akan memudahkan pintu rizqi terbuka
lebar-lebar….
Jadi sebenarnya bukan urusan nikah muda atau tua,
tapi kesiapan untuk menikah. Masalah finansial mungkin kalau tunggu mapan
sekali ya bisa sudah tua baru nikah, lagipula relatif ya mapan itu bagi tiap
orang. Setidaknya siap mental, dan finansial tidak parah-parah amat kalau masih
bisa makan. Setidaknya sudah siap untuk biaya ngontrak rumah kalau memang belum
punya rumah sendiri. Nikah akan ada aja rejekinya? Ya dan tidak.
Menikah membuka pintu rizqi jika memang cowo yang bertanggung
jawab, sesudah nikah akan lebih terpacu untuk cari uang demi menghidupi keluarga.
Kalau yang tidak? Ya sama saja, dan akan menimpakan tanggungjawab pada
istrinya. Jadi sifatnya ya memang kasuistis. Nikah karena kebelet urusan seks?
Berarti belum benar-benar siap untuk menikah. Menikah bukan hanya untuk
memenuhi kebutuhan seksual semata. Jangan sampai menikah hanya demi legalisasi
seks semata.
Demikian semoga bermanfaat,,silahkan komentarnya
jika ada yang harus dikoreksi atau ada yang masih kurang …..









0 komentar:
Posting Komentar